Aku merasa aneh. Bukan karna apa-apa sih, tapi karna mereka itu. Aku seorang karyawan di suatu perusahaan. Entah ada kejadian apa, memang sih hari itu adalah hari di mana aku kecelakaan lebih dari 7 hari opname di rumah sakit. Saya tabrakan ketika mengendarai mobilku menuju tempat yang aku lupa menuju kemana nya.
Kisah itu bermula sejak hari pertama pasca tabrakan itu, aku berangkat menuju kantor ku. Aku biasa naik sepeda agar bisa ikutan juga dalam menjaga lingkungan pikirku.
Sesampai di kantor aku memarkirkan sepeda ku di tempat parkir yang bertuliskan kendaraan Direktur, pertama Darimin yang aku kenal sebagai satpam itu aku sapa, tetapi ia terlihat heran, entahlah mungkin karna ia kaget saya sudah masuk ke kantor, bagaimana tidak saya harus datang untuk melihat keadaan kantorku ini. Saya masuk ke dalam kantor lewat rute ku yang biasa, mungkin aku termasuk kepala kantor yang aneh karna masuk lewat jalur belakang, "Apakah karna aku biasa menyapa karyawan ku dulu ya?", pikirku dalam hati.
Aku pun menyapa para karyawan ku dan bergegas menuju ke kantor ku di lantai 3, maklum ini cuman kantor cabang jadi ya hanya lantai dengan 3 gedung saja. Aku naik ke atas, dan melihat pada jam arloji ku yang sudah menunjukkan pukul 08.00 tepat. Siip, aku telah menjadi contoh yang baik untuk karyawanku, "Tanpa harus banyak berbicara, lakukan dengan tindakan," ucapku dalam hati penuh kebanggaan. "Rasa nya aku sering mendengar hal itu," aku berpikir heran tapi sejurus kemudian pintu ruanganku saya buka. Saya duduk di kursi itu, dan merapikan sebentar, entah kenapa sangat terampil saya dalam merapikan tempat ini, Ya iyalah ini kan ruangan saya. aku pun tertawa sendiri. yang jadi pertanyaan saya kenapa kantor sepi sekali nya, saya mengecek tanggalan dan baru tersadar bahwa sekarang hari sabtu, hari saatnya karyawan libur sehingga yang masuk hanyalah petugas cleaning service dan satpam. O alah pantas saja mereka terlihat bingung ketika saya masuk. Saya tertawa lagi, tapi tak apalah, siapa tahu aja ada beberapa tugas yang bisa saya kerjakan karna saya tinggalkan lebih dari satu minggu. Ketika aku kembali ke meja ruanganku, aku mengecek tugas-tugas ku tetapi tidak ada berkas-berkas tugas, "Apakah karyawan ku yang mengerjakan tugas ku selama ini ? Baik juga mereka, tetapi bukankah hal ini tidak boleh dikerjakan selain oleh ku ?" wah semakin pusing aku di sini, menganggur dan akhirnya memilih menonton TV saja lah.
Tak Terasa waktu telah menunjukkan pukul 11.45, tanda waktu sholat dhuhur telah tiba, saya pun segera sholat. Seusai Sholat, Saya langsung saja menuju tempat makan yang saya ingat, warung makan yang biasa disebut Burjo di depan kantor. Wow, apakah aku sering makan dengan karyawan ku di sini ya ?, pikirku lagi. karna lapar aku pun segera melahap saja makanan di situ.
Seusai makan aku pun kembali ke kantor ku, meski tetap berpikir tentang orang-orang di dalam warung makan itu, "Apakah aku memang seakrab itu dengan mereka ? Sangat rendah hati lah aku ? Bukankah biasa nya orang atas itu memandang lemah mereka yang rendah dan mengeklusifkan diri ? Berarti aku tidak, mungkin aku sudah memahami hakikat hidup kalau Alloh itu memandang bukan dari jabatan dan harta, tetapi keimanan," batinku sembari mengingat perkataan seseorang yang akhirnya menjadi motivasi hidup ku itu, sambil tersenyum bangga dengan pemikiran itu meski hanya lulusan sekolah menengah pertama. Ups, kok bisa jadi kepala kantor ya ? Ah, kagak usah dipikir deh.
Aku kembali lagi ke ruanganku. Aku kembali ke aktifitas yang membosankan ini, nonton TV. "O iya, bukannya biasa nya di meja kepala kantor ki mesti ada air teh ya ? Apakah mereka lupa ?" Pikirku. Lalu sejurus kemudian saya ambil telepon kantor dan saya hubungi nomor bagian dapur. Halo ini dengan Bapak Haryati? tanyaku. "Maaf pak, bapak Haryati sedang cuti sakit, ini dengan Wahid. Maaf,saya sedang berbicara dengan siapa ya? Kenapa pakai nomor kantor kepala? Apakah ini bapak kepala? tanya orang yang saya hubungi itu. "Iya mas, tolong bawakan aku secangkir teh ya mas, terimakasih" langsung kemudian saya tutup telpon itu.
30 menit telah berlalu, Akhirnya minuman pesanan ku pun datang juga, "Kenapa lama sekali ya ?" Pikirku. Begitu aku melihat pegawai itu, entah kenapa ia terkaget-kaget, sebelum ia mulai bicara aku sudah menyiapkan sejurus kata-kata untuknya untuk tindakan indisipliner yang dia lakukan.
"Kamu ini pegawai macam apa? Apakah kamu menunda-nunda pekerjaan? Tahukah kamu bahwa salah satu orang terkejam adalah pemalas? Nggak percaya? Lihat, ada orangtua yang malas mendidik anaknya maka dengan kejam ia membiarkan anaknya hingga tak jarang terjerumus ke dalam jurang maksiat, masih belum cukup, lihat, banyak orang-orang yang katanya sukses tapi dia itu malas akhirnya, ia menganggap bekerja itu hal yang jauh lebih utama hingga ia melalaikan ibadah dan dia KEJAM! Kejam kepada diri nya hingga ia memasukkan sendiri diri nya ke dalam api yang menyala-nyala, layaknya Qorun yang sesungguhnya ia membinasakan diri nya sendiri ke dalam bumi, apabila ia tidak malas dan tamak niscaya Alloh tidak akan mengadzab nya demikian, Paham tidak? Saya tidak marah tapi anda adalah tanggungjawab saya sebagai pemimpin anda, apa yang bisa saya katakan nanti jika saya dimintai pertanggungjawaban oleh Alloh apabila bekerja di kantor ini justru membuat anda jauh dari Alloh dan apa yang ia minta kita lakukan serta apa yang harus kita tinggalkan. Mengerti kan? Ucapku penuh dengan semangat, karyawan itu hanya bisa menatap ke bawah lalu ia minta undur diri. Tetapi tetap satu hal yang aku tak suka dari raut wajahnya, ia terlihat kebingungan.
Sudahlah tak papa, melakukan kesalahan itu hal yang biasa, meski belajar dari kesalahn itu adalah hal yang luar biasa, apalagi mengubah kesalahan itu menjadi batu loncatan. Mikir apa sih aku ini. haha
Huaaaah, benar-benar malas nih hari ini, berangkat ke kantor seperti tidak ada rasa. Sudahlah saya memutuskan pulang saja ke rumah. Kantor juga udah benar-benar terlihat sangat sepi kok. Sebelum pergi dari ruangan saya tidak lupa membawa Note yang tadi ada di atas meja ku itu, setelah itu saya turun ke bawah dan segera saja menuju ke parkiran. Di sana saya dapati sepeda saya tidak berada di tempat yang tadi. Setelah sebentar mencari ternyata sepeda saya telah dipindahkan ke tempat karyawan biasa. "Ada apa gerangan ini? O iya ding, kalo di sini kan nggak panas soalnya ada atap nya. Ya udah deh langsung pulang aja," Pikirku dalam hati. Next activity: Pulang, mandi, dan dilanjutkan istirahat.
Keesokan pagi nya (bersambung)
Kebaikan itu selalu INDAH
Teladan, tempatku kini dan apa yang kan kuperbuat nanti.. Walau menurutku apa yang kan terjadi itu semua masih misteri tapi tak kan pernah menyurutkan semangatku untuk berusaha yang sebaik mungkin.. Dan Atas ijinNYA, aku yakin bahwa Alloh memiliki rencana yang jauh lebih INDAH daripada apa yang aku, makhlukNYA rencanakan.. Bismillah, Dengan menyebut nama ALLOH, kulangkahkan kaki ini, agar aku tak kan hanya berdiam diri :)
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Oktober 2011
Jumat, 07 Oktober 2011
26 Mei 2006 itu
Melihat judul di atas mungkin teman-teman mengira saya akan posting mengenai gempa bumi dahsyat itu.. Melihat judul di atas mungkin teman-teman membayangkan kisah pilu di mana semua orang berhamburan layaknya seekor semu yang kita ganggu kompani nya
Tapi sobat, maaf..
Kisah kali ini tak ada sangkut pautnya dari itu.. Tetapi mungkin kejadiaan saat itu..
Menurutku, LUAR BIASA bagiku.. Mengenai makna perubahan..Dan nikmat karna nya..
Masih teringat jelas akan hari sebelum tanggal itu..
Kisah kali ini tak ada sangkut pautnya dari itu.. Tetapi mungkin kejadiaan saat itu..
Menurutku, LUAR BIASA bagiku.. Mengenai makna perubahan..Dan nikmat karna nya..
Masih teringat jelas akan hari sebelum tanggal itu..
Malam hari..
Tak ada yang istimewa akan hal itu..
Kecuali ketika waktu telah beranjak malam..
Ketika bintang tlah bertebaran di langit nan luas.. Dan matahari tengah sibuk memancarkan sinarnya di belahan bumi lainnya..Terdengar sayup-sayup suara..Dan samar-samar bayangan orang dalam rumah.
Ketika bintang tlah bertebaran di langit nan luas.. Dan matahari tengah sibuk memancarkan sinarnya di belahan bumi lainnya..Terdengar sayup-sayup suara..Dan samar-samar bayangan orang dalam rumah.
Ya di dalam rumahku tengah diadakan
tausyiah rutin yang biasanya diisi dengan tausyiah-tausyiah dari bapak.. Di sana saling transfer ilmu
dan cerita akan banyak hal. Bercerita tentang berbagai banyak pengalaman hidup
yang sudah atau sedang kami alami. Tetapi memang dasar kami yang kurang terbuka
dengan kedua orangtua, tausyiah ini banyak didominasi dengan tausyiah-tausyiah
dari bapak ku. Bapak yang begitu so sweet karma ia menunjukkan kelembutannya
melalui otot nya yang kuat memapahku, menunjukkan senyum lembutnya dengan muka
tegasnya ketika aku berbuat salah, dan menyampaikan tiap belaian lembut melalui
tutur katanya.
Beliau menyampaikan kepada kami
tentang kunci sukses, tentang baimana membuka dunia yang padat ini, ia berikan
kami bentuk dan bagaimana cara mendapatkan kunci itu, karma kunci itu tidak
dibuat, kunci itu sudah ada di balik keringat-keringat kita saat berusaha
keras, dibalik tiap impian kita, dan bapak menyampaikan itu semua dengan penuh
kesabaran meski anak nya tak jarang acuh terhadap ucapan demi ucapannya.
Termasuk aku.
Sampailah pada akhir dari tausyiah ini
(karma aku melihat jam dan sudah 1 jam berlalu) dan ditutup dengan mengingatkan
untuk membiasakan bermunajat atau berdoa pada Alloh terutama malam hari. Kami
pun mengiyakan dengan nada seadanya. Setelah itu ditutup dengan doa kafaratul
majlis dan selesailah acara tausyiah. Namun, entah ada apa, sesuatu menelisik
di dalam jiwa ku, tanpa ku sadari, ia tengah menjadi awal dalam kebiasaan baru
ku. Terasa ada sepercik keinginan tuk melakukan sesuatu..
02.37, 26 Maret 2006
Masih ku ingat waktu itu.. Ketika ku
mampu terbangun di kala biasa ingin ku memuaskan lelapku.. Tetapi sungguh, hari
itu semangat itu terasa mengalir di tiap jiwaku..Ku mantapkan kaki menuju kamar
mandi itu setelah ku layangkan doa atas terbangunnya aku dari tidurku..
”Wah, mandi jam segini ternyata segar juga ya,” kataku dalam hati
”Wah, mandi jam segini ternyata segar juga ya,” kataku dalam hati
Seakan mandi dengan mengangkat segala
penatku dan membukakan mataku akan bayang-bayang mimpi semu..Itu bukanlah yang
ternikmat ternyata, tetapi ada yang lebih menyenangkan dan ini puncak dari
momentku saat itu..
Ya aku melakukan perintahNYA yang
mungkin saat itu belum pernah aku lakukan dengan penuh kesadaran.. Aku
menghadapkan wajahku ke arah kiblat dan aku dirikan tiang-tiang dari agama ku..
Aku tunduk merendahkan diri karna aku yakin tanpa aku merendahkan diri
sekalipun aku tetaplah makhluk yang jauh lebih rendah dari NYA. Aku berdoa
padaNYA, meminta dengan penuh harap, memohon ampun atas segala dosa yang pernah
aku perbuat, karna aku punya little secrets yang itu merupakan dosa terberat
dalam hidupku saat itu.
Dalam doa itu pun terbayang, wajah
orangtuaku, orang tua yang tidak lagi muda, bahkan ia tua. Yang tak pernah
henti-henti nya mengajarkan kehidupan padaku. Di sana terlihat wajah ku ketika tidur, padahal
ia tengah mencoba tuk membuatku mampu belajar dari pengalaman demi
pengalamannya. Betapa tak menghargainya diriku, aku tak kuat, aku tak kuat
menahannya hanya di hati, aku mengucapkannya, semua melalui lisan.
“Ya Alloh, hamba lemah ya Alloh, maka kuatkanlah hamba,
Bagaimana mampu orangtua melihat anaknya menderita, bagaimana mampu mereka
melihat anaknya merasakan beban yang berat, tapi lihat hamba Ya Alloh, seorang
anak yang tetap tenang melihat ayah nya pulang penuh peluh, ketika ayahnya
datang aku bertanya papa bawa apa? Ketika ia menjawab tidak membawa apa-apa aku
seenaknya menyalahkan orangtuaku itu, tak terbesit ya Alloh pertanyaan
‘Bagaimana yah, apek nggak? Mau saya buatkan apa? Kenapa hamba tidak menanyakan
hal itu?’ ya Aloh, inilah hamba Ya Alloh, hamba yang tahu Engkaulah penerima
segala taubat hambanya, dan ijinkan aku untuk berkata pada diri ku sendiri
bahwa akan datang pagi ini anak yang baru, yang berbakti pada kedua
orangtuanya”, doa ku dengan tangis yang membanjiri pipi.
Tak terasa subuh telah mendekat dan ketika tlah kuputuskan
tuk beranjak dari musholla kecil rumahku itu. Aku dikagetkan oleh sesosok yang
taka sing lagi. Bapakku telah menantiku sembari melayangkan senyum
terindahnya..
Dan tanpa kusadari aku telah berada dalam dekapan pelukannya..
Hangat dan tak terlupakan..
Ingin rasanya aku terus dalam dekapan ini..
Ya mungkin dekapan yang membuatku berusaha istiqomah hingga saat ini :)
Ya, inilah moment di mana aku solat Tahajud pertama dalam hidupku dengan penuh kesadaran..
Setelah itu terjadilah peristiwa yang membuat kotaku ini masuk Koran, yaitu gempa bumi 2006 dan Alhamdulillah, Alloh masih memberi ijin kepada kami sekeluarga untuk tetap hidup, mencari dan menemukan hikmah—hikmah yang lain yang belum sempat kami raih jika IA memanggil kami waktu itu.
Dan tanpa kusadari aku telah berada dalam dekapan pelukannya..
Hangat dan tak terlupakan..
Ingin rasanya aku terus dalam dekapan ini..
Ya mungkin dekapan yang membuatku berusaha istiqomah hingga saat ini :)
Ya, inilah moment di mana aku solat Tahajud pertama dalam hidupku dengan penuh kesadaran..
Setelah itu terjadilah peristiwa yang membuat kotaku ini masuk Koran, yaitu gempa bumi 2006 dan Alhamdulillah, Alloh masih memberi ijin kepada kami sekeluarga untuk tetap hidup, mencari dan menemukan hikmah—hikmah yang lain yang belum sempat kami raih jika IA memanggil kami waktu itu.
Memang mungkin hanya cerita sederhana sih..
Sepenggal kisah terselip dalam gempa jogja yang dahsyat itu..
Tapi aku selalu yakin bahwa tiap moment yang IA berikan pada Ku pastikan berujung indah
Sepenggal kisah terselip dalam gempa jogja yang dahsyat itu..
Tapi aku selalu yakin bahwa tiap moment yang IA berikan pada Ku pasti
:)
Labels:
kisah
Jumat, 23 September 2011
Bapak Mengajarkan bukan Mengajarkan
Di suatu rumah itu, sang anak telah melakukan rutinitas sehari-hari nya.
Pagi hari, entah apakah itu seperti anak-anak lainnya.
Aktifitas yang ia lakukan ba'da subuh itu.
Bergelut dengan air dan kain-kain.
Sekedar untuk satu hal.
Berbakti pada orang tua.
Kisah ini ada pada waktu itu. Inilah ceritanya
Sang anak yang sudah beranjak dewasa itu telah mendapat pekerjaan.
Sama hal nya dengan sang anak yang bertambah usia, sang bapak pun juga telah lanjut usia.
Ayah yang selama ini sibuk dengan pekerjaan di rumah itu kini telah lelah, sampai pada kodratnya.
"Anak mana yang bisa dengan tenang mengetahui hal ini ?" Pikirnya dalam hati
Atas inisiatif nya akhirnya ia melihat gerak-gerik sang ayah, bagaimana caranya mencuci baju.
Setelah ia rasa mampu, ia bertekad untuk menggantikan tugas itu.
"Besok aku harus bangun lebih awal, agar pekerjaan ini bisa aku kerjakan lebih dahulu daripada bapakku" Pikirnya dalam hati
Azan berkumandang tanda subuh tlah tiba, sang anak dan bapaknya berangkat ke masjid.
Yang berbeda adalah sang anak telah lebih dulu pulang agar lebih cepat dari sang ayah.
Ia langsung menjalankan tugasnya.
ia mulai dari mengurutkan mulai dari yang terberat hingga yang teringan, ia beri sabun, dan ia kucek hingga bersih.
Melihat inisiatif sang anak, sempat terbesit rasa haru, tetapi ada gengsi yang menggelitik dalam roman ayah ini, lantas ia langsung menghampiri dan mengajarkan bagaimana cara mencuci. Akhirnya lihailah anak itu dalam mencuci, dan itu menjadi kebiasaan dalam hidup nya.
Hari demi hari telah dilalui, karna cerita ini tak hanya sampai disini.
Sang anak semakin buru-buru dalam pulang sehabis sholat karna cuciannya pun juga tak sedikit.
Alhasil karna semakin banyaknya cucian juga dan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ingin dia kerjakan ia pun terlambat berangkat bekerja.
Hingga di suatu hari, ia mendapatkan semprotan dari kepala kantor nya "kamu sudah telat masuk 3, nanti yang keempat akan saya beri kamu surat peringatan dan jika masih saja seperti ini maka kamu akan kami keluarkan," kata kepala kantor itu dengan penuh ketegasan.
Lalu pekerjaan-pekerjaan rumah itu pun juga telah menyita waktunya hingga banyak teman-teman kantornya yang mengeluh juga kinerja nya menurun"
Mengetahui hal ini, dia sempat bingung, diantara dua pilihan mana yang harus ia pilih.
Pekerjaan rumah atau pekerjaan di kantor ?
Dia bingung
Dia sempat stress karna dia tak butuh pembelaan jika ia memang salah, tidak butuh orang tuk membenarkan kesalahan yang dia perbuat, kara ia pun juga sangat tahu baha TELAT adalah hal YANG TAK BAIK.
Akhirnya ia berharap dapat dorongan dari sang ayah, mendapat pembelaan dari sang ayah, cukup beliau yang membelaku.
"Yah, aku sudah dipangil oleh kepala ku gara-gara saya sering telat berangkat kerja," katanya pasrah
"Lha kenapa bisa ?" Tanya ayahnya tak lagi datar
"Aku telat gara-gara pekerjaan di rumah" jawabku
"Tidak, tidak bisa itu anak ku."
"Kamu salah, kamu telah melakukan kesalahan itu."
Dia kaget, kaget karna ia mendengar hal yang berbeda dengan bayangannya.
"Benar, Bapak mengajarkanmu bagaimana cara mencuci, tapi Bapak tidak mengajarkanmu telat bekerja"
"Benar, Bapak mengajarkanmu menyapu tapi Bapak tidak mengajarkan tuk mengabaikan pekerjaan di kantor"
"Benar, Bapak mengajarkanmu banyak hal di rumah tapi Bapak tidak mengajarkanmu tuk melalaikan pekerjaan mu"
"Dan ini yang paling penting, benar Bapak telah mengajarkanmu Birul Walidain, tapi Bapak tidak mengajarkanmu tuk lupa berdoa, tuk tergesa-gesa dalam sholat, tuk melalaikan Alloh demi aku bapak mu ini."
"Bapak masih kuat, jauh lebih kuat daripada melihatmu tak lagi istiqomah dalam beribadah."
"Bapak masih kuat, jauh lebih kuat daripada melihatmu menjadi orang yang tak bertanggung jawab."
"Bapak masih kuat, jauh lebih kuat daripada melihatmu tak lagi istiqomah dalam beribadah."
"Bapak masih kuat, jauh lebih kuat daripada melihatmu menjadi orang yang tak bertanggung jawab."
"Bapak masih kuat, jah lebih kuat daripada melihatmu melupakan kami dan tak lagi menganggap kami ada."
"Bapak masih kuat nak."
sang anak hanya mampu menangis dan selanjutnya silahkan dibayangkan sendiri karna penulis pun belum tahu :)
Labels:
kisah
Rabu, 21 September 2011
"Hanya" Secangkir Kopi
Alkisah, ada sebuah bencana besar yang akan melanda suatu negeri.
Kemudian pemerintah memerintahkan kepada rakyatnya agar hanya satu macam saja barang yang dapat ia selamatkan dan titipkan pada brankas negara.
Mendengar hal ini semua orang sibuk memilih barang-barang nya yang ia nilai sangat berharga.
Seorang hartawan yang kaya raya berkata "Aku akan menyimpan sebutir berlianku yang harganya senilai dengan miliaran rupiah"
Sedang seorang ilmuwan berkata, "Aku akan menyimpan Buku cerdas ku yang berisi ribuan ilmu pengetahuan ini"
Sedang seorang pengusaha berkata "Aku akan menyimpan barang daganganku ini karna barang inilah yang termahal di antara barang-barang yang aku miliki".
Sekarang tibalah saat seseorang yang sangat terkenal di antara mereka. Ia terkenal karna kekayaannya yang tak ada yang menandingi, kepintarannya yang sangat dibanggakan oleh negara nya, dan kelihaian nya pula dalam perdagangan, ia bernama Abi
Orang-orang menunggu kira-kira apa yang ia siapkan untuk ia simpan.
Tetapi semua orang terhenyak karna ia hanya menyimpan secangkir kopi yang dibungkus agar tidak tumpah. Semua warga kota berpikir apakah orang ini tak bisa memilih antara harta, ilmu, atau dagangan sehingga bertindak gila,
Akhirnya pemimpin negara itu bertanya, "Apa alasan engkau memasukkan barang itu ?"
Lalu orang itu berkata, "Tau kah engkau Di mana biasa nya cangkir itu ada ?"
Orang-orang spontan jelas menjawab Tidak.
Lalu ia melanjutkan "Tau kah engkau bagaimana kah cara secangkir kopi itu dihidangkan ?"
Orang-orang spontan jelas menjawab Tidak.
Ia bertanya lagi "Siapa kah orang yang membuat secangkir kopi itu ?"
Orang-orang spontan jelas menjawab Tidak.
Lalu Abi menjawab " Engkau pasti kan menemukan secangkir kopi itu di meja ruang keluarga ketika aku telah lelah memikirkan harta, ia ada di meja kamarku ku ketika aku telah lelah membaca, ia ada di meja bekerjaku ketika aku sudah kepayahan dalam mengurus perniagaanku"
Lalu bertanya mereka, bagaimanakah secangkir kopi itu dibuat ?
"Secangkir kopi itu dibuat dengan tangan yang lebih kecil dariku, ia memasukkan tiap butir gula dan kopi dengan harap tiap butir dan tetes nya mampu mengganti peluhku, ketika ia selesai membuatnya ia melihat dan berpikir apakah secangkir kopi itu sudah yang terbaik untuk ku, dengan senyum penuh hangat lalu ia hidangkan padaku"
Semakin heran dan penasaranlah orang-orang itu lantas bertanya, Siapa gerangan yang membuat itu ?
"Yang membuat secangkir kopi ini, dia lah Anak ku"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Renungkan cerita ini bersama sahabat.
Sadarkah kita ?
Sahabatku, terkadang kita tak sadar bahwa secangkir kopi, sesungging senyum, sebuah pelukan, adalah harta yang tak ternilai yang orang tua rela untuk menukar semua harta nya untuk mendapatkan itu.
Pertanyaan terbesar ?
"Kapan terakhir kali kita memberikan "harta" itu ?"
September 2011 Selalu kata sayang untuk orang tua :)
Kemudian pemerintah memerintahkan kepada rakyatnya agar hanya satu macam saja barang yang dapat ia selamatkan dan titipkan pada brankas negara.
Mendengar hal ini semua orang sibuk memilih barang-barang nya yang ia nilai sangat berharga.
Seorang hartawan yang kaya raya berkata "Aku akan menyimpan sebutir berlianku yang harganya senilai dengan miliaran rupiah"
Sedang seorang ilmuwan berkata, "Aku akan menyimpan Buku cerdas ku yang berisi ribuan ilmu pengetahuan ini"
Sedang seorang pengusaha berkata "Aku akan menyimpan barang daganganku ini karna barang inilah yang termahal di antara barang-barang yang aku miliki".
Sekarang tibalah saat seseorang yang sangat terkenal di antara mereka. Ia terkenal karna kekayaannya yang tak ada yang menandingi, kepintarannya yang sangat dibanggakan oleh negara nya, dan kelihaian nya pula dalam perdagangan, ia bernama Abi
Orang-orang menunggu kira-kira apa yang ia siapkan untuk ia simpan.
Tetapi semua orang terhenyak karna ia hanya menyimpan secangkir kopi yang dibungkus agar tidak tumpah. Semua warga kota berpikir apakah orang ini tak bisa memilih antara harta, ilmu, atau dagangan sehingga bertindak gila,
Akhirnya pemimpin negara itu bertanya, "Apa alasan engkau memasukkan barang itu ?"
Lalu orang itu berkata, "Tau kah engkau Di mana biasa nya cangkir itu ada ?"
Orang-orang spontan jelas menjawab Tidak.
Lalu ia melanjutkan "Tau kah engkau bagaimana kah cara secangkir kopi itu dihidangkan ?"
Orang-orang spontan jelas menjawab Tidak.
Ia bertanya lagi "Siapa kah orang yang membuat secangkir kopi itu ?"
Orang-orang spontan jelas menjawab Tidak.
Lalu Abi menjawab " Engkau pasti kan menemukan secangkir kopi itu di meja ruang keluarga ketika aku telah lelah memikirkan harta, ia ada di meja kamarku ku ketika aku telah lelah membaca, ia ada di meja bekerjaku ketika aku sudah kepayahan dalam mengurus perniagaanku"
Lalu bertanya mereka, bagaimanakah secangkir kopi itu dibuat ?
"Secangkir kopi itu dibuat dengan tangan yang lebih kecil dariku, ia memasukkan tiap butir gula dan kopi dengan harap tiap butir dan tetes nya mampu mengganti peluhku, ketika ia selesai membuatnya ia melihat dan berpikir apakah secangkir kopi itu sudah yang terbaik untuk ku, dengan senyum penuh hangat lalu ia hidangkan padaku"
Semakin heran dan penasaranlah orang-orang itu lantas bertanya, Siapa gerangan yang membuat itu ?
"Yang membuat secangkir kopi ini, dia lah Anak ku"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Renungkan cerita ini bersama sahabat.
Sadarkah kita ?
Sahabatku, terkadang kita tak sadar bahwa secangkir kopi, sesungging senyum, sebuah pelukan, adalah harta yang tak ternilai yang orang tua rela untuk menukar semua harta nya untuk mendapatkan itu.
Pertanyaan terbesar ?
"Kapan terakhir kali kita memberikan "harta" itu ?"
September 2011 Selalu kata sayang untuk orang tua :)
Labels:
kisah
Selasa, 07 Juni 2011
Sungguh betapa besar kasih nya..
Ini kisah saat Rosululloh sedang sakit keras. Tiba-tiba ada ucapan salam. “Boleh saya masuk?” lelaki itu bertanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk ruangan. “Maaf, ayah saya sedang sakit, “kata Fatimah. Ia berbalik kembali dan menutup pintu. Nabi Muhammad saw. membuka matanya dan bertanya, “Siapa dia, putriku?” “Aku tidak tahu ayah. Ini pertama kali aku melihatnya,” kata Fatimah lembut. “Ketahuilah putriku, dia adalah orang yang menghapuskan kenikmatan sementara! Dialah yang menceraikan persahabatan di dunia. Dialah sang Malaikat Maut,” kata Rosulullah saw. Fatimah menahan genangan air matanya. Malaikat maut datang kepada Rosululloh, tetapi Rosululloh saw. bertanya mengapa Jibril tidak datang bersamanya. Kemudian Rosululloh saw. menatap putrinya dengan pandangan nanar, seolah-olah ia tak ingin kehilangan setiap bagian dari wajah putrinya. Kemudian, Jibril dipanggil. Jibril sebenarnya telah siap dia langit untuk menyambut ruh Rosululloh sang pemimpin Bumi. “Wahai Jibril, jelaskan kepadaku tentang hak- hakku di hadapan Alloh!”, Rosululloh saw. meminta dengan suara yang sangat lemah. “Pintu-pintu langit telah dibuka. Para malaikat sedang menunggu ruh Anda. Semua pintu Surga terbuka luas menunggu Anda” kata Jibril. Namun, kenyataannya, jawaban itu tidak membuat Rosululloh saw. lega. Matanya masih penuh kekhawatiran. “Anda tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril. “Ceritakan tentang nasib umatku di masa depan?” kata Rosululloh saw. “Jangan khawatir, wahai Rasulullah, saya mendengar Allah berkata:” Aku haramkan Surga untuk semua orang, sebelum umat Muhammad memasukinya, ” kata Jibril. Waktu bagi malaikat Izrail melakukan pekerjaannya semakin dekat dan dekat. Perlahan-lahan, ruh Rosululloh saw. dicabut. Tampak tubuh Rosululloh saw. bermandikan peluh, saraf lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit ini!” Rosululloh mengerang dengan perlahan. Fatimah memejamkan mata, Ali yang duduk di sampingnya tertunduk dalam dan Jibril pun memalingkan mukanya. “Apakah aku sedemikian menjijikkan sehingga engkau memalingkan muka wahai Jibril?” Rosululloh saw. bertanya. “Siapa yang bisa tahan melihat Kekasih Allah di ambang sakaratul mautnya?” kata Jibril. “Bukan untuk berlama-lama,” kemudian Rosululloh saw. mengerang karena sakit yang tak tertahankan. “Ya Allah betapa besar Sakaratul maut ini. Berikan kepadaku semua rasa sakit, tapi jangan untuk Umatku.” Tubuh Rosululloh saw. mendingin, kaki dan dadanya tidak bergerak lagi. Dengan berlinang air mata, bibirnya bergetar seakan ingin mengatkan sesuatu. Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw., “ Jagalah shalat dan jagalah orang-orang lemah di antara kamu. ” Di luar ruangan, ada tangisan, ada kegaduhan. Para sahabat saling berpelukan. Fatimah menutup wajahnya dengan kedua tangan. Sekali lagi, Ali mendekatkan telinganya ke Rosululloh saw. dan dengan mulut yang telah membiru serta air mata berlinang, Rosululloh berucap lirih: “Ummatii , Ummatii, Ummatii…” “ Umatku, umatku, umatku…“
:')
:')
Labels:
kisah
Perempuan itu..
Ini saya buat karna terinspirasi suatu cerita
Percakapan seseorang dengan sahabatnya
X(laki2) dan Y(Perempuan)
Y:"Wah perang ki kita berarti ?"
X:"Kayak nya dah ketauan deh kalo perang siapa yang menang. haha"
Y:"Jangan remehkan perempuan bos !"
X:"Bukan bermaksud meremehkan, hanya tidak ingin melukai perempuan saja. haha"
Y:"Perempuan itu kuat lho!"
X:"Iya bener, dibalik badan yang terlihat terlihat tegap, pikiran cemerlang dan ribuan langkah nya pria yang menakjubkan atau bahkan mampu merubah dunia terdapat tulang belakang yang kuat menyangga nya. Siapakah ia ? Ia adalah Perempuan. Perempuan yang bahkan mampu membuat Sang raja menanggalkan mahkota nya" :)
Y:"Kamu menebak pikiran ku. Ya, dan dibalik laki-laki yang hebat ada wanita yang kuat. kayak promosi dibalik badan yang sehat ada jiwa yang kuat. hehe"
Sekedar cerita. Maaf jika ada yang tersinggung alias merasa jadi pemeran dalam cerita di atas :P
Percakapan seseorang dengan sahabatnya
X(laki2) dan Y(Perempuan)
Y:"Wah perang ki kita berarti ?"
X:"Kayak nya dah ketauan deh kalo perang siapa yang menang. haha"
Y:"Jangan remehkan perempuan bos !"
X:"Bukan bermaksud meremehkan, hanya tidak ingin melukai perempuan saja. haha"
Y:"Perempuan itu kuat lho!"
X:"Iya bener, dibalik badan yang terlihat terlihat tegap, pikiran cemerlang dan ribuan langkah nya pria yang menakjubkan atau bahkan mampu merubah dunia terdapat tulang belakang yang kuat menyangga nya. Siapakah ia ? Ia adalah Perempuan. Perempuan yang bahkan mampu membuat Sang raja menanggalkan mahkota nya" :)
Y:"Kamu menebak pikiran ku. Ya, dan dibalik laki-laki yang hebat ada wanita yang kuat. kayak promosi dibalik badan yang sehat ada jiwa yang kuat. hehe"
Sekedar cerita. Maaf jika ada yang tersinggung alias merasa jadi pemeran dalam cerita di atas :P
"Perempuan itu, ia mampu mengangkat buah hati nya bahkan sampai sang buah hati tlah meninggalkan nya
Perempuan itu, ia mampu menyimpan sejuta sakit dalam sebersit senyum tulus nya.
Perempuan itu, ia mampu berucap sejuta kata di saat yang lain terhening dalam bisu.
Perempuan itu, kamu, ibu, mbak ku, adik perempuan ku, teman perempuan ku dan kelak
pendamping hidup ku. Kusambut kehebatan mu, yang katanya mampu menggetarkan hati ku ini hingga kan terukir kuat nama mu di sana"
:
Labels:
kisah
Senin, 06 Juni 2011
Jalan mu bukan jalanku :)
Ada yang bilang ini kepada seseorang.
"Maaf, sekarang jalan kita telah berbeda..
Kamu menuju ke barat aku menuju ke timur..
Inilah titik itu, saat nya kita berpisah"
Tetapi sang kawan menghentikan langkah dari kawan nya itu dan berkata
"Tunggu kawan!
Ingatlah, walau kau ke timur dan aku ke barat.
Akan ada satu titik di mana kita nanti kan bertemu lagi.
Entah kapan waktu nya
Asal tujuan kita tetap sama maka saat itu pasti akan tiba
Hanya terus berharap lah agar sang Khaliq tidak menjemput kita
sebelum saat itu tiba"
:)
"Maaf, sekarang jalan kita telah berbeda..
Kamu menuju ke barat aku menuju ke timur..
Inilah titik itu, saat nya kita berpisah"
Tetapi sang kawan menghentikan langkah dari kawan nya itu dan berkata
"Tunggu kawan!
Ingatlah, walau kau ke timur dan aku ke barat.
Akan ada satu titik di mana kita nanti kan bertemu lagi.
Entah kapan waktu nya
Asal tujuan kita tetap sama maka saat itu pasti akan tiba
Hanya terus berharap lah agar sang Khaliq tidak menjemput kita
sebelum saat itu tiba"
:)
Labels:
kisah
Senin, 21 Maret 2011
Kopi Hangat Basi
Sebuah paradok lagi..
Di mana aku telah membuang hal itu..
Membuang pada tempatnya..
Namun..
Justru kalian lah..
Kalianlah yang mengais kembali..
Hal-hal itu..
Hingga akhirnya aku terciprat lagi harumnya..
Sudahlah..
Ijinkan aku tuk meneguk..
Meneguk Kopi Hangat basi ini saja..
Karna hal yang ku lupa..
Justru tertanam pada otak kalian..
Di mana aku telah membuang hal itu..
Membuang pada tempatnya..
Namun..
Justru kalian lah..
Kalianlah yang mengais kembali..
Hal-hal itu..
Hingga akhirnya aku terciprat lagi harumnya..
Sudahlah..
Ijinkan aku tuk meneguk..
Meneguk Kopi Hangat basi ini saja..
Karna hal yang ku lupa..
Justru tertanam pada otak kalian..
Labels:
kisah
Minggu, 28 Maret 2010
Sejarah melayu 6
Tanpa menunggu komando lagi, Sang Nila Utama dan pengikutnya langsung mencari-cari siapa kah orang yang paling sakti di sini. Mereka bertanya, dan bertanya, dari rumah ke rumah. Ternyata tak ada satupun orang yang tau, hingga akhirnya Sang Nila Utama dan Demang Lebar Daun yang kebingungan masuk sendirian ke dalam hutan. Tiba-tiba dia melihat seorang tua yang sepertinya sudah akan menemui ajal. Ditolongnya pak tua itu hingga sampai ke dalam rumah pak tua itu yang berada di dalam hutan. Ternyata di dalam rumah itu terdapat seekor binatang yang sangat besar dan gagah. Sang Nila Utama berbsik menanyakan hewan apa itu kepda Demang lebar daun, lalu demang Lebar Daun menjawab bahwa hewan itu adlah hewan buas yang bernama Singa.
Lalu tiba-tiba sang kakek itu bangkit.
”Nak, Terima kasih y. Aku lihat dari caramu membantuku tadi, kalian bukan orang sembarangan. Aku tau kalian adalah seorang yang memiliki ilmu kungfu tinggi, maka sekarang akan aku ajarkan kepada kalian seluruh ilmu kungfu yang aku miliki yang pernah menggegerkan dunia kungfu. Tak pelak kagetelah mereka berdua dan akhirnya resmilah mereka menjadi murid guru ini.
Namun ternyata, nasib tak berpihak pada mereka, sang guru tak bisa hidup lama, hanya seminggu lamanya mereka dilatih olehnya namun karena kepandaian merekalah semua ilmu itu mampu diserap. Sang guru meninggalakn pesan terakhirnya.
”Tolong, Singa yang berada di dalam kurungan itu kalian jadikan lawan tanding, karna sesungguhnya ilmuku adalah singa itu sendiri. Bahkan kehebatannya melebihi kehebatanku,” pinta guru itu sembari berusaha bernafas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Karna permintaan terakhir gurunya itu akhirnya mereka berdua melepaskan singa itu dan melawannya. Akhirnya terjadilah pertempuran yang sangat sengit. Hingga kahirnya karna ilmu mereka yang sudah hebat, singa itu dapat ditaklukkan.
Akhirnya merekapun pulang ke tempat rombongan mereka yang gusar akan kepergian Sang Nila Utama. Karna kecintaan Sang Nila Utama pada daerah ini, maka Sang Nila Utama pun memerintahkan kepada Demang Lebar daun tuk menuju istana, guna meminta segala keperluan membangun istana di daerah ini. Tanpa menunggu komando lagi, Sang Nila Utama dan pengikutnya langsung mencari-cari siapa kah orang yang paling sakti di sini. Mereka bertanya, dan bertanya, dari rumah ke rumah. Ternyata tak ada satupun orang yang tau, hingga akhirnya Sang Nila Utama dan Demang Lebar Daun yang kebingungan masuk sendirian ke dalam hutan. Tiba-tiba dia melihat seorang tua yang sepertinya sudah akan menemui ajal. Ditolongnya pak tua itu hingga sampai ke dalam rumah pak tua itu yang berada di dalam hutan. Ternyata di dalam rumah itu terdapat seekor binatang yang sangat besar dan gagah. Sang Nila Utama berbsik menanyakan hewan apa itu kepda Demang lebar daun, lalu demang Lebar Daun menjawab bahwa hewan itu adlah hewan buas yang bernama Singa.
Lalu tiba-tiba sang kakek itu bangkit.
”Nak, Terima kasih y. Aku lihat dari caramu membantuku tadi, kalian bukan orang sembarangan. Aku tau kalian adalah seorang yang memiliki ilmu kungfu tinggi, maka sekarang akan aku ajarkan kepada kalian seluruh ilmu kungfu yang aku miliki yang pernah menggegerkan dunia kungfu. Tak pelak kagetelah mereka berdua dan akhirnya resmilah mereka menjadi murid guru ini.
Namun ternyata, nasib tak berpihak pada mereka, sang guru tak bisa hidup lama, hanya seminggu lamanya mereka dilatih olehnya namun karena kepandaian merekalah semua ilmu itu mampu diserap. Sang guru meninggalakn pesan terakhirnya.
”Tolong, Singa yang berada di dalam kurungan itu kalian jadikan lawan tanding, karna sesungguhnya ilmuku adalah singa itu sendiri. Bahkan kehebatannya melebihi kehebatanku,” pinta guru itu sembari berusaha bernafas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Karna permintaan terakhir gurunya itu akhirnya mereka berdua melepaskan singa itu dan melawannya. Akhirnya terjadilah pertempuran yang sangat sengit. Hingga kahirnya karna ilmu mereka yang sudah hebat, singa itu dapat ditaklukkan.
Akhirnya merekapun pulang ke tempat rombongan mereka yang gusar akan kepergian Sang Nila Utama. Karna kecintaan Sang Nila Utama pada daerah ini, maka Sang Nila Utama pun memerintahkan kepada Demang Lebar daun tuk menuju istana, guna meminta segala keperluan membangun istana di daerah ini.
TAMAT
Labels:
kisah
Sejarah melayu 5
”Baiklah anakku, bila itu keputusanmu. Daripada engaku terpaksa tinggal di sini dan mati, maka aku ijinkan kau tuk pergi menuju daerah itu. Hanya satu pesanku, hati-hatilah kau nak, hidupmu bagai jalan berkabut, tak taulah kau apa yang ada di depanmu,” titah sang baginda Iskandar Syah kepada anaknya. Mendengar ijin itu Sang Nila Utama pun berterima kasih kepada sang baginda dan dengan penuh kasih sayang sang ibunda pun rela mengijinkan sang buah hatinya tuk pergi meninggalkan istana. Tapi karna kasih sayangnya, sang permaisuri menyuruh agar Indera Bupala dan Aria Bupala tuk turut serta dalam perjalanan tersebut. Maka berangkatelah Sang Nila Utama bersama dengan isteri, Demang Lebar daun, Indera Bupala, Aria Bupala, beberapa menteri dan rakyat yang ingin pula menimba ilmu di sana.
Sesampainya di sana, para wanita pun pergi menuju ke pasar tuk menikmati keramaian pasar di sana. Sedangkan para pria tengah sibuk menimba ilmu di sebuah perguruan kungfu yang paling tersohor di Tanjung Bempan. Hingga akhirnya karna kehebatan Sang Nila Utama, semua ilmu yang diajarkan mampu diserapnya tak sampai satu bulan, dan ketika tengah istirahat pasca latihan di sebuah pantai, Sang Nila Utama menaiki sebuah batu karang yang tinggi menjulang. Ia memandang keindahan alam yang begitu menawan. Tiba-tiba matanya tertarik akan sebua pasir pituh yang berada di seberang lautan ini. Karna penaaran bertanyalah ia kepada Indra Bupala.
”Pulau apa itu di seberang lautan ini, wahai Indra Bupala ?” tanya Sang Nila Utama.
”Itulah pulau Termasik ya tuanku,di sana konon tinggal orang-orang hebat dan kalau kita ke sana kita harus memakai jurs tak berjalan di tanah, air, dan udara wahai baginda,” jawab Indra Bupala. Karna tertarik akan pulau itu akhirnya Sang Nila Utama memerintahkan tuk menuju ke Pulau tersebut. Mereka pun berangkat menuju pulau tersebut dengan mengenakan ilmu yang memang sudah dikuasai oleh Sang Nila Utama. Namun, ternyata jurus ini memiliki syarat yang sangat besar, yaitu harus membuang barang-barang yang bersifat keduniawian. Akhirnya mereka telah membuang barang-barang mereka, akan tetapi ternyata jurus ini masih saja belum dpata digunakan. Ternyta hal ini dikarenakan Sang Nila Utama masih menggunakan mahkota kerajaan. Maka atas usul Indra Bupala, Sang Nila Utama pun merelakan membuang mahkotanya tersebut. Alhasil, ilmu itu dpat digunakan, dan dalam waktu sekedipan mata mereka sampai di Termasik. (bersambung)
Labels:
kisah
Sejarah melayu 4
Ternyata dalam mimpinya saat malam pertama dengan isterinya, Sang Nila Utama kembali teringat akan kegemarannya dulu yaitu kungfu dan kelupaannya dia tuk menanyakan dari mana ilmu kungfu hebat yang tlah dipelajari oleh Demang Lebar Daun sahabatnya itu.
Pagi harinya, langsung saja Sang Nila Utama menuju kediaman Demang Lebar Daun yang telah diangkat menjadi jendeal sekaligus patih istana tersebut.
”Assalamualaykum Sahabatku, jika bolehq tuk tau, dari mana kau dapatkan ilmu kungfu tempo hari kita awal bertemu ?” tanya Sang Nila Utama kepada Demang Lebar Daun.
”Wa alaykum salam, apa sebab tuan tak boleh tau, aku hanyalah hamba bagi tuanku. Bila tuan inginkan tahu, maka ku belajar di negara tempat tinggalku dulu, daerah Tanjung Bemban namanya,” jawab Demang Lebar daun dengan penuh penghambaan.
Setelah mengetahui jawabn itu, maka Sang Nila Utama pun berpikir tuk kembali menekuni bidang yang sudah lama ditinggalkannya itu, kemudian berbicara kepada keluarga besarnya di dalam istana.
”Assalamualaykum wahai keluargaku yang kucintai. Tak ada maksud ku kumpulkan kita semua kecuali tuk meminta ijin akan keputusanku ini. Aku ingin pergi jauh dari istana ini, guna menuju Tanjung Bemban, tempatku kelak ingin belajar ilmu, tak lain adalah ilmu kungfu,” kata Sang Nila Utama penuh mantap.
”Wa alaykum salam wahai anak bunda. Apakah gerangan yang engkau pikirkan ? Tidakkah cukup negeri ini dengan kungfunya yang tersebar di segala sudut kota wahai anakku ?” tanya sang permaisuri dengan hati yang tidak merasa ikhlas bila sang anak pergi jauh meninggalkan istana.
”Wahai Bunda, setapak tlah ku lalui, sudut kota tlah ku lewati, segala macam kungfu tlah ku cicipi. Namun ada rasa tak enak dalam diri hamba ya ibunda. Hamba masih haus akan ilmu, ilmu yang laksana lautan n hamba baru saja memulainya dari pesisir. Ijinkanlah hamba ya permaisuri. Bila tidak maka hidupku kan terasa tak hidup. Segalanya kan terasa hampa bagiku ya ibunda,” bujuk Sang Nila Utama kepada sang ibunda. (bersambung)
Labels:
kisah
Sejarah melayu 3
Dalam kebosanannya itu, di pertengahan jalan, dia bertemu dengan seorang pemuda yang sebaya dengan dia yang tengah melatih kungfunya. Karna merasa tertarik, Sang Nila Utama pun melihat permainannya.
”Mengapa aku belum pernah melihat kungfu sebagus dan sehabt itu itu ?” pikir Sang Nila Utama dalam hati. Lalu, tanpa berpikir panjang Sang Nila Utama langsung keluar dari persembunyiannya dan mengajak pemuda itu tuk mengadu kungfu dengannya.
Pertanrungan sengit pun tak terelakkan. Saling adu kungfu tentu menjadi tontonan yang menarik dan harus ada. Satu persatu kepandaian dipamerkan, memukul sekali terkena pukulan sekali adalah hal yang biasa karna benar-benar sengitnya pertarungan ini. Hingga akhirnya Sang Nila Utama benar-benar sudah kecapekan dan memutuskan tuk mengeluarkan jurus pamungkasnya, yaitu kungfu penghancur tulang. Dilancarkan kungfu itu, namun pesilat yang menjadi lawannya itu tak patah arang, diadunya jurus yang dia punya yaitu jurus jari maut. Akhirnya jurus pamungkas saling beradu dan keduanya sama-sama telah letih. Karna keduanya sama-sama sudah tak kuat tuk melanjutkan pertarungan itu, maka mereka memutuskan tuk menghentikan adu kungfu tersebut. Karna tertarik akan kungfu yang dimiliki oleh pemuda itu maka pemuda itu diajak ke istana tuk diangkat menjadi prajurit istana. Nama pemuda itu adalah Demang Lebar Daun. Yang nantinya kan menjadi sahabat setia dari Sang Nila Utama.
Tak terasa usia Sang Nila Utama tlah beranjak dewasa. Pekerjaan yang banyak telah merampas keseriusannya dalam bidang kungfu. Kewajibannya sebagai putra mahkota yang kelak akan menjadi raja karna dia adalah anak semata wayang dari baginda raja memaksanya tuk mempelajari banyak ilmu yang digunaknnya sehari-hari. Ilmu tentang kerajaan, ilmu tentang taktik perang, ilmu bahasa, ilmu alam, dan masih banyak ilmu yang harus dia kuasai sebagai putra mahkota. Tanpa disadari, usianya kini telah pantas tuk menjalin suatu hubungan pernikahan. Maka Sang Nila Utama pun menikah dan mengangkat isterinya Wan Seri Beni sebagai putri mahkota. (bersambung)
Labels:
kisah
Jumat, 26 Maret 2010
Sejarah melayu 2
Sejarah Melayu
Jaman dahulu kala, di sebuah negeri jauh indah nan elok, berdirilah suatu istana yang diberi nama Istana Bintan sesuai dengan nama Negara itu yaitu Negara Bintan. Negara bintan adalah singkatan dari Berlian dan Intan, karena Negara itu sangatlah indah bak permata tersinari matahari di kala siang hari, laksana bintang yang paling terang di malam hari. Di Negara itu, dipimpin oleh seorang raja, yang beristerikan seorang ratu. Nama raja itu adalah Baginda Iskandar Syah. Dikarenakan kearifan dan kebaikan hatinya, maka Alloh pun menganugerahinya anak yang cakap, kuat, lagi cerdas yang menjadi ciri lelaki sejati. Putra mahkota itupun diberi nama Sang Nila Utama. Yang artinya seburuk-buruknya dia, dia tetaplah yang paling utama, sehingga sang raja mengharapkan dari sang anaknya tuk dapat aktif sesuai kehendak hatinya sendiri namun itu memang hal utama yang harus diperbuat.
Sang Nila Utama hidup dalam keluarga yang harmonis, penuh perhatian, hingga tak heran bila ia menjadi anak yang tumbuh dengan jiwa yang baik. Mulai dari berumur 7 tahun, Sang Nila Utama telah dikenalkan oleh ilmu kungfu. Banyak guru yang telah didatangkan untuknya mulai dari negeri Bintan hingga negeri china. Sehingga, putra mahkota ini menjadi seorang pria yang perkasa dan memiliki ilmu kungfu yang sangat tinggi. Para guru yang mengajarkannya pun sampai dibuat kewalahan karna kepandaian Sang Nila Utama yang mampu langsung menyerap semua pelajaran dari sang guru, bahkan sekarang bisa dikatakan ilmu kungfunya melebihi dari ilmu kungfu guru-gurunya tersebut.
Karna dinilai hebat, Sang Nila Utama akhirnya memutuskan tuk mengadakan kunjungan ke tiap-tiap tempat berlatih di Bintan. Dari tempat berlatih kungfu yang tidak ternama, hingga yang ternama sekalipun. Mulai dari kungfu aliran tikus hingga kungfu aliran naga, namun dari itu semua tak ad yang dapat menandinginya dalam ilmu kungfu. (bersambung)
Labels:
kisah
Sejarah melayu 1
Kisah
Sejarah melayu
“Terbentuknya Negeri Singapura”
Disusun Oleh:
Luthfi Alfikri Kustiyo X.7/30
SMAN 1 YOGYAKARTA
2009
Labels:
kisah
Senin, 01 Februari 2010
Father And Mother I Love You (FAMILY)
ktika ku trbngun.. d situlah aq mlihat sbuah knyataan.. knyatan bhwa inilah aq.. slalu dlam benakq bhwa sgalax bsa datasi.. trbesit sbuah pmikiran bodoh bhwa sgala sesuatu d dunia ini bsa aq pnuhi...
Trnyta....
Kmbali lgi q trsadar bhwa inilah aq.. inilah aq yg hdup dngan ksederhanaan.. yg hdup bkan dngan sesuatu yg dsebut orang materi.. yg brlimpah.. aq hnyalah aq dngan sgala ksderhanaanq.. inilah aq yg ktika jajan, mikir apkah bsok, mnggu depan, blan dpan, uang ini msih ad ato tdak karna aq tak pnya cukup uang tuk mmnuhi sgala kinginanq.. ktika uang kas brgilir, dstu aq kmbali brpikir, apakh snggup tuk aq mmbayar uang kasq yg mnggu dpan.. kmbali q brpikir.. ktika q rasa bhwa trdapat defisit uang yg aq pegang, maka dngan rasa malu yg sngat aq pun mminjamx kpada temanq.. wah.. aq malu sobat.. maaph y.. ktika brngkat skolah, kmbali aq brpikir dngan apa aq k sna.. bapakq dngan stia mngantarq k skolah.. mski aq sdah tak mrasa enak dngan kadaan bliau tpi apa daya, dngan apa kalo bgitu aq k skolah.. dngan bis ??? kpan aq akan smpe sdangkn pngeluaran pun akan kmbali trjdi.. ktika plngpun aq brpikir, dngan apa aq plang.. sulit rasax jika q ingin mminta orang tuk mnjmputq karna mreka pun mmiliki pkerjaan yg tak bsa dtunda2.. trkadang aq pun mminta tumpngan kpada temanq.. kmbali aq mrasakn rasa malu n enggan yg luar biasa itu.. maaph buat tman2q yg aq mntain tumpangan n trima ksih y.. trnyta pkiranq pun tdak hnya sampe d situ.. sesmpai drumah, q brpikir lgi, apakh tugasq skarang.. cucian mnumpuk, tgas skolahpun tak klah mnumpuk.. tak jarang smbil q mnunggu cucian q mmbuka komp tuk skedar mnemaniq shngga aq mngkin dkira orang pling sante karna bsa OL trus.. ya trnyata dunia ini adlah t4 tuk kita brpikir.. dunia ni tak kn mmbiarkan kita tuk tak brpikir...
Tapi...
Taukah sobat, bhwa mngkin aq msih bruntung jka dbndingkn dngan orang laen.. mngkin aq msih bsa mkan n mnggunakan klima indera ini dngan baek shingga aq msih hrus bnyak2 brsyukur.. teman,ksederhnaan bkanlh hal yg buruk kq.. justru kita kn mmpu mnggali bnyak plajarn dri sini .. sobat, aq tak prnah ingin mnyalahkn capa2 atas apa yg sdang aq pikirkn ini.. justru aq ingin brtrima ksih kpada smua orang yg tlah mmbuatq sperti ini.. Mama Papa, Peluh u tlah mmbuat snyum anakmu ini, yg msih blum bsa brbakti, mngembang d wajah.. engkaulh yg mngajarq dngan ksungguhan hti n ksabarn meski engkau tlah lelah n tak kuat tpi u smpan rasa itu dngan mngatakan "ayo anakq u psti bsa".. engkau rela bngun lama tuk skedar mlihat buah hati u ini terlelap dlam tdurx srya brkta dlam kheningan malam "tdurlah yg lelap anakq".. engaku rela trsnyum d dpan anak2 u agar mreka tka brpikir apa yg u pikirkn n brkata "bapak g papa kq".. ktika u sdang brpikir msalah listrik, u tetap biarkn anak u ini brmain dngan alat elektronik sraya brkata "wah pinterx anak bapak, tpi jngan klamaan loch ntar matax sakit".. ktika u brpikir ttng mw makan apa esok hri, u biarknq makan hngga aq puas "ayo nak makan yg bnyak biar sehat, mw mama ambilkn lgi g ?".. ktika engkau tngah brpikir tuk biaya skolah anak u, engaku biarkn dy mraih mimpi stinggi2x dngan mngatakn "msuklah u nak k sna, msalah biaya ad kq" mski dlam hati engkau tngah brpikir kmana akan engkau cari uang itu.. ktika anak u sdang sakit, engaku rela bngun d tngah malam hnya tuk skedar mngecup keningq n mngatakn "cpat smbuh y nak. biar bsok bsa brmaen brsama tman2 u lgi".. ktika engkau tngah brbicara dngan kawan u, engkau slalu mnceritakn buah hati u meski apapun aq.. engkau tak prnah brkta, brbuat, maupun brdoa kcuali tuk kbaikan buah hati u ini.. bhkan tmpakx, engaku rela apabila ksenangan u dtukar dngan snyum anak2 u ini..
Tapi...
Apa yg tlah aq brbuat kpada u.. ktika engkau tngah mngajarkn kpadaq, aq brtindak msa bodoh n bndel "ah.. susah e ma!".. ktika engkau tngah bngun tuk mliht anak u ini tdur malam, aq solah2 tak prnah mmbiarkn u agar bsa tdur selelap aq.. ktika engkau tngah trsnyum, anak u ini bhkan trkadang mmbuat snyum d wajah u itu pudar.. ktika engkau tngah brpikir mw makan apa bsok, anak u ini mkan sngat lahap tnpa memikirkn apakh u sdah mkan.. ktika u tngah brpikir biaya listri, anak u ini seenakx mmbuang2 listrik tnpa memikirkn apapun kcuali ksenanganx.. Ktika engkau tngah brpikir ttng biaya skolah, anak u ini malah mngaggp skolah itu tdak pnting n malas2an.. ktika engkau tngah mnjagaq yg sdang sakit, aq malah trkadang mmarahi u karna dsuruh tuk mlakukan bnyak hal.. ktika engkau tngah brbicara dngan kawan2 u, justru aq brbuat ssuatu shingga tak bnyak yg bsa engkau critakan ttngq kpada teman2 u .. ktika engkau slalu mlakukan yg trbaek buatq, apakh aq sdah brbuat yg trbaek buat u ???
Mama.. Papa.. Trima kasih atas smua yg tlah engkau brikan kpadaq.. Skarang ijinkan aq tuk SDIKIT mmbalasx dngan butiran2 peluh yg q harap snggup mmbuat snyum d wajah u.. Dan q harap snyum itu kn slalu kekal tuk u Papa, Mama..
I Love U
Father And Mother I Love You (FAMILY)
dri anak u yg blum bsa apa2 utk u tpi kn slalu brbuat apa2 utk u..
"Luthfi"
Bismillahirrohmannirrohim.. :)
Trnyta....
Kmbali lgi q trsadar bhwa inilah aq.. inilah aq yg hdup dngan ksederhanaan.. yg hdup bkan dngan sesuatu yg dsebut orang materi.. yg brlimpah.. aq hnyalah aq dngan sgala ksderhanaanq.. inilah aq yg ktika jajan, mikir apkah bsok, mnggu depan, blan dpan, uang ini msih ad ato tdak karna aq tak pnya cukup uang tuk mmnuhi sgala kinginanq.. ktika uang kas brgilir, dstu aq kmbali brpikir, apakh snggup tuk aq mmbayar uang kasq yg mnggu dpan.. kmbali q brpikir.. ktika q rasa bhwa trdapat defisit uang yg aq pegang, maka dngan rasa malu yg sngat aq pun mminjamx kpada temanq.. wah.. aq malu sobat.. maaph y.. ktika brngkat skolah, kmbali aq brpikir dngan apa aq k sna.. bapakq dngan stia mngantarq k skolah.. mski aq sdah tak mrasa enak dngan kadaan bliau tpi apa daya, dngan apa kalo bgitu aq k skolah.. dngan bis ??? kpan aq akan smpe sdangkn pngeluaran pun akan kmbali trjdi.. ktika plngpun aq brpikir, dngan apa aq plang.. sulit rasax jika q ingin mminta orang tuk mnjmputq karna mreka pun mmiliki pkerjaan yg tak bsa dtunda2.. trkadang aq pun mminta tumpngan kpada temanq.. kmbali aq mrasakn rasa malu n enggan yg luar biasa itu.. maaph buat tman2q yg aq mntain tumpangan n trima ksih y.. trnyta pkiranq pun tdak hnya sampe d situ.. sesmpai drumah, q brpikir lgi, apakh tugasq skarang.. cucian mnumpuk, tgas skolahpun tak klah mnumpuk.. tak jarang smbil q mnunggu cucian q mmbuka komp tuk skedar mnemaniq shngga aq mngkin dkira orang pling sante karna bsa OL trus.. ya trnyata dunia ini adlah t4 tuk kita brpikir.. dunia ni tak kn mmbiarkan kita tuk tak brpikir...
Tapi...
Taukah sobat, bhwa mngkin aq msih bruntung jka dbndingkn dngan orang laen.. mngkin aq msih bsa mkan n mnggunakan klima indera ini dngan baek shingga aq msih hrus bnyak2 brsyukur.. teman,ksederhnaan bkanlh hal yg buruk kq.. justru kita kn mmpu mnggali bnyak plajarn dri sini .. sobat, aq tak prnah ingin mnyalahkn capa2 atas apa yg sdang aq pikirkn ini.. justru aq ingin brtrima ksih kpada smua orang yg tlah mmbuatq sperti ini.. Mama Papa, Peluh u tlah mmbuat snyum anakmu ini, yg msih blum bsa brbakti, mngembang d wajah.. engkaulh yg mngajarq dngan ksungguhan hti n ksabarn meski engkau tlah lelah n tak kuat tpi u smpan rasa itu dngan mngatakan "ayo anakq u psti bsa".. engkau rela bngun lama tuk skedar mlihat buah hati u ini terlelap dlam tdurx srya brkta dlam kheningan malam "tdurlah yg lelap anakq".. engaku rela trsnyum d dpan anak2 u agar mreka tka brpikir apa yg u pikirkn n brkata "bapak g papa kq".. ktika u sdang brpikir msalah listrik, u tetap biarkn anak u ini brmain dngan alat elektronik sraya brkata "wah pinterx anak bapak, tpi jngan klamaan loch ntar matax sakit".. ktika u brpikir ttng mw makan apa esok hri, u biarknq makan hngga aq puas "ayo nak makan yg bnyak biar sehat, mw mama ambilkn lgi g ?".. ktika engkau tngah brpikir tuk biaya skolah anak u, engaku biarkn dy mraih mimpi stinggi2x dngan mngatakn "msuklah u nak k sna, msalah biaya ad kq" mski dlam hati engkau tngah brpikir kmana akan engkau cari uang itu.. ktika anak u sdang sakit, engaku rela bngun d tngah malam hnya tuk skedar mngecup keningq n mngatakn "cpat smbuh y nak. biar bsok bsa brmaen brsama tman2 u lgi".. ktika engkau tngah brbicara dngan kawan u, engkau slalu mnceritakn buah hati u meski apapun aq.. engkau tak prnah brkta, brbuat, maupun brdoa kcuali tuk kbaikan buah hati u ini.. bhkan tmpakx, engaku rela apabila ksenangan u dtukar dngan snyum anak2 u ini..
Tapi...
Apa yg tlah aq brbuat kpada u.. ktika engkau tngah mngajarkn kpadaq, aq brtindak msa bodoh n bndel "ah.. susah e ma!".. ktika engkau tngah bngun tuk mliht anak u ini tdur malam, aq solah2 tak prnah mmbiarkn u agar bsa tdur selelap aq.. ktika engkau tngah trsnyum, anak u ini bhkan trkadang mmbuat snyum d wajah u itu pudar.. ktika engkau tngah brpikir mw makan apa bsok, anak u ini mkan sngat lahap tnpa memikirkn apakh u sdah mkan.. ktika u tngah brpikir biaya listri, anak u ini seenakx mmbuang2 listrik tnpa memikirkn apapun kcuali ksenanganx.. Ktika engkau tngah brpikir ttng biaya skolah, anak u ini malah mngaggp skolah itu tdak pnting n malas2an.. ktika engkau tngah mnjagaq yg sdang sakit, aq malah trkadang mmarahi u karna dsuruh tuk mlakukan bnyak hal.. ktika engkau tngah brbicara dngan kawan2 u, justru aq brbuat ssuatu shingga tak bnyak yg bsa engkau critakan ttngq kpada teman2 u .. ktika engkau slalu mlakukan yg trbaek buatq, apakh aq sdah brbuat yg trbaek buat u ???
Mama.. Papa.. Trima kasih atas smua yg tlah engkau brikan kpadaq.. Skarang ijinkan aq tuk SDIKIT mmbalasx dngan butiran2 peluh yg q harap snggup mmbuat snyum d wajah u.. Dan q harap snyum itu kn slalu kekal tuk u Papa, Mama..
I Love U
Father And Mother I Love You (FAMILY)
dri anak u yg blum bsa apa2 utk u tpi kn slalu brbuat apa2 utk u..
"Luthfi"
Bismillahirrohmannirrohim.
Labels:
kisah
Langganan:
Postingan (Atom)

