Kebaikan itu selalu INDAH

Kebaikan itu selalu INDAH
Teladan, tempatku kini dan apa yang kan kuperbuat nanti.. Walau menurutku apa yang kan terjadi itu semua masih misteri tapi tak kan pernah menyurutkan semangatku untuk berusaha yang sebaik mungkin.. Dan Atas ijinNYA, aku yakin bahwa Alloh memiliki rencana yang jauh lebih INDAH daripada apa yang aku, makhlukNYA rencanakan.. Bismillah, Dengan menyebut nama ALLOH, kulangkahkan kaki ini, agar aku tak kan hanya berdiam diri :)

Rabu, 17 November 2010

Kisah yang sayang untuk kulupakan (2)

Gelas dan Air
Ketika Menyerah Menjadi Penghalang Dalam berjuang

Bujang dan Imam tengah melakukan perjalanan. keduanya melihat seorang pemuda tengah berupaya menggantung dirinya di pohon besar. Segera mereka berlari mencegah pemuda itu bunuh diri. Bujang memegang kakinya, dan Imam dengan cekatan memutus tali yang menggantung di leher pemuda itu yang tak lain adalah teman mereka yang bernama Ja'far
"Apa yang kau lakukan Ja'far ? Mengapa kau hendak melakukan perbuatan terkutuk ini ?" Tanya buyang kepada Ja'far
"Jangan halangi aku Bujang, biarkan aku mati, walaupun ini melanggar agama, aku tidak peduli, pokoknya kamu jangan halangi aku !" ujar temannya itu.
"Baiklah. Aku tidak akan mengahalangimu lagi. Kau boleh melanjutkan gantung dirimu lagi" Ujar bujang tenang sambil melepaskan pegangannya
"Apa kau membiarkanku bunuh diri?" tanya Ja'far heran.
"Iya, tapi ada dua yarat"
"Apa syaratnya?"
"Pertama, jawab pertanyaanku, mengapa kau ingin bunuh diri ?" tanya Bujang
"Aku frustasi Bujang" jawab Ja'far, akhirnya diapun menceritakan bahwa ia menyukai seorang akhwat namun ternyata akhwat itu sudah dijodohkan oleh syaikhnya, padahal mereka berdua saling mencintai.
"Baiklah, aku minta syarat yang kedua Ja'far, tolong ambilkan aku dan Imam minum karna kami haus karena berjalan jauh.
"Apa ? Kau menhentikanku gantung diri hanya untuk meminta minum ?" Tanya Bujang heran, namun akhirnya dia pergi tuk mengambil air minum itu.
Akhirnya air minum itu sudah disuguhkan kepada Imam dan Bujang, namun tiba-tiba Bujang melempar gelas tersebut ke halaman. Wajah Bujang terlihat kecewa, namun wajah Ja'far justru jauh lebih kecewa karna orang yang diberinya minum malah membuang gelasnya.
"Hai Bujang, mengapa kau membuang gelasku ?" tanya Ja'far agak marah.
"Airnya Kotor Far" jawab Bujang seenaknya.
"Apa ? hanya karna airnya kotor kau membuang gelasku?"
"Iya memangnya knapa? 
"Bodoh sekali kau Bujang, kalau airnya yang kotor, gantilah dengan air yang bersih, jangan justru kau buang gelasku"Nasihat Ja'far sambil mencibir
"Bukankah kebodohan ini kuya yang kau lakukan ?" tanya Bujang tenang
"Apa maksud mu, Bujang ?" tanya Ja'far heran.
"Kehidupan ini adalah wadah kalau kau kecewa dengan apa yang yang terjadi dalam kehidupanmu, ganti aja kekecewaan itu dengan sesuatu yang membahagiakanmu, jangan justru kau buang kehidupanmu" Ujar Bujang tenang.
~Jalan Cinta Darussalam~
Ya seperti itu temanku, sahabatku, saudaraku..
Sama halnya dengan jalan juang kita..
Ketika kita mrasa kecewa akan apa yang tlah kita upayakan, terkadang justru kita berhenti dalam berjuang..
kita cenderung lari dari perjuangan itu dan memilih untuk menyerah karna rasa kecewa itu..
Kawan..
Apa yang menjadi kekecewaanmu ? 
Apakah tujuanmu yang membuatmu kecewa ?
Apakah niatmu yang membuatmu kecewa ?
atau Apakah Jalan itu yang membuatmu kecewa ?
Jika niatmu salah dan membuatmu kecewa maka gantilah niatmu itu..
Jika tujuanmu salah dan membuatmu kecewa maka gantilah tujuanmu itu..
Jika jalanmu salah dan membuatmu kecewa maka gantilah tujuan itu..
tapi jangan sesekali kau ganti yang haq itu dengan yang bathil..
jangan sesekali kau korbankan dirimu tuk pergi dari surga menuju neraka..
jangan sesekali kau kecewa karna kau berjuang..
karna setauku jika itu terjadi maka kau kan berhenti berjuang..
apa lawan kata dari berjuang ? ya mungkin adalah terdiam..
ya, mungkin kau akan diam dan mematikan sendiri langkahmu dan perjuanganmu..

Wahai orang-orang yang beriman!Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, dimedan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan)serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan) (Surah Al-Imran ayat 200)
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk (Surah Al-Baqarah ayat 45) 

Kisah yang sayang untuk kulupakan (1)

TUBUH
Landasan awal untuk Berjuang

"Assalamualaykum fulan, bolehkah aku duduk di sampingmu ?" tanya Bujang.
"Silahkan saja. bukan punyaku kok" jawab fulan acuh tak acuh
"aku memperhatikanmu mengapa engkau sering melamun, bahkan sampai meninggalkan solat ?" tanya bujang
"Bukan urusanmu lagipula apakah solat dapat menyelesaikan urusanku ?" tanya fulan kepada Bujang dengan nada kesal karna ada yang berusaha menampuri urusannya
"Fulan, sholat dapat menenangkan hati dan menentramkan jiwa. Kau akan dapat melihat masalah secara jernih. Ini sangat baik untuk mencari penyelesaian" kata Bujang kepada Fulan
"Hai Bujang, uruslah urusanmu sendiri ! Sholat adalah masalah pribadiku dan tidak ada hubungannya denganmu" ujar Fulan geram.
"Hai Fulan, jika tangan kirimu luka tergores pisau, apa yang akan kau lakukan ?" tanya Bujang tiba-tiba
Tentu saja akan kuobati dan kuikat dengan kain" jawab Fulan
"Tangan mana yang kau gunakan untuk melakukan hal itu ?" tanya Bujang
"Tentu saja tangan kananku ! masak mau make kaki !: Gerutu Fulan yang kesal dengan pertanyaan bodoh si Bujang
"Lho mengapa kau gunakan tangan kananmu ? Bukankah tangan kirimu tidak berurusan dengan tangan kananmu ?" tanya bujang keheranan
"Apa maksudmu tangan kananku tidah ada hubungannya dengan tangan kiriku ? Kalau lukaku tidak kuobati, maka tubuhku akan lemas kekurangan darah. Tentu saja tangan kananku akan lemas juga" ujar Fulan yang semakin kesal dengan pertanyaan Bujang.
"Ketahuilah olehmu Fulan, Umat Islam itu laksana satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, maka anggota tubuh lainnya pun akan ikut merasakan juga. nah salahkah aku jika menengurmu yang tidak sholat ?" Tanya Bujang ramah
Fulan hanya bisa terdiam dan berpaling ke arah Bujang. Fulan yang semula kesal berubah menjadi mimik keharuan kepada Bujang. Dan ia pun menceritakan masalahnya kepada Bujang
~Jalan Cinta Darussalam~
Ya Temanku, sahabatku dan saudara-saudaraku. 
Kisah di atas mungkin sepele tapi sering kali kita temui. Wah knapa e dia tu ingin ikut campur masalah pribadiku ? Aku nggak sholat kek, aku nggak ngaji, aku ga' sopan kan itu semua hak-hak aku, knapa sih dia ikut campur. 
Sahabatku...
Bayangkan kalau dunia ini sudah tiada lagi nasihat menasihati..
Setiap hembusan nafas, setiap kita mendengar, kala mata ini memandang pasti kemaksiatan yang kan tersiar..
Ketika rasa "satu Tubuh, satu hati" itu telah lenyap dari kita..
Maka tunggulah..
sakitnya kita..
lemahnya kita..
matinya kita..
ya, karna kita hanya diam saja tanpa mau berbuat atau bahkan berpikirpun tidak..


Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda, "Barang siapa melihat kemunkaran dilakukan dihadapannya maka hendaklah ia mencegah dengan tangannya, jika tidak mampu cegahlah dengan lidahnya, jika tidak mampu maka hendaklah dia merasa benci di dalam hatinya, dan ini selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim).

Rabu, 03 November 2010

Bolehkah ?

Bismillahirrohmanirrohim..
Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Sang Pencipta, Robb Yang dengan atas IjinNyalah segala sesuatu dapat terjadi..
Layaknya hari ini, Rabu 3 November 2010..
Iseng-iseng mampir ke Facebooknya Alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta..
Karna tertarik akan sebuah note yang ada kata "TELADAN" NYA..
LOADING............
Selesai membaca, ternyata muncul lagi sebuah rasa..
rasa sedih, bimbang dan ntah rasa apa ini..
ya sampai aku membuat tulian seperti ini..
Menurutku tulisan itu hanyalah sederhana..
tapi ternyata membuatku berpikir lagi..
ya TELADAN.. bukankah itu sebuah kata sederhana ?
Senyum
Salam
Sapa
Sopan
Santun
Sederhana
itupun juga kata yang simple teman-temanku..
Tapi ternyata kata yang simple itu..
telah redup redam ditelan kata-kata rumit..
Haedonisme..
egoistis..
realita..
globalisasi..
Asosial..
ya kata-kata itu meneror di tempat ini..
ASUUU
BAJINGAN..
mungkin kata itu lebih tidak asing dari pada aku mendengar
Subhanalloh
Astaghfirulloh
Alhamdulillah..
Setauku..
Ketika aku senang aku berucap Alhamdulillah..
Ketika ku sedih aq mengucap Astaghfirulloh..
Ketika aku takjub aku berucap Subhanalloh..
mungkin seperti ini..
ASU aku abis menang lomba ki..
Bajingan ki aku duwe masalah..
Bajigur, apik tenan kuwi pemandangan e..
kalo seperti ini lantas apa yang perlu diperbuat..
Asa ini telah lama mati..
Asa ini hnya angin yang terbang n menghilang..
Bolehkah aku untuk berkata..
Aku pamit dan Selamat Tinggal..
Bolehkah ?

Minggu, 05 September 2010

Kelompok Pangandaran XI IPA 7






 Putra

 Kelompok 1:                                                         Kelompok 2:                        
 Adetya devritama (03)                                         Defghi Yudha Pratama (16)
       Muhammad Qistan Hafits (32)                            Editya Putra Pratama (09)
       Silvester Aryang Isworo (28)                               Luthfi Alfikri Kustiyo (26)
       Seto Swastika (27)                                                Puguh Dharmawan (17)

 Kelompok 3:                                                         Kelompok 4:
       Adam Ikhya’ Alfarokhi (24)                                 Ganang Rizky Dharmawan (05)
       Christoferus Testapurwa J (25)                           Muhammad Hanif R (14)
       Havan Prasido (04)                                               Yuardhita Widiaswara (12)

 Putri

 Kelompok 1:                                                         Kelompok 2:
       Ainun Khalida (06)                                               Elsa Dilla Dertyasasa (01)
       Yufi Kartika Astari (23)                                       Vivien Tiara Dewi (08)
       Palupi Fatma Ningtyas (07)                                  Futikhatun Rohmah (02)
       Hershinta Retno Martani (20)                             Nanda Putri Priimasari (11)

 Kelompok 3:                                                         Kelompok 4:
       Alfita Sofia Yuski (13)                                          Gerda Bina Larasati (19)
       Nadia Salma (10)                                                  Lucia   Winda Cesari (21)
       Iga Indah Pertiwi (31)                                          Primavera Desta A P (22)

 Kelompok 5:
       Dewi Anita (29)
       Eka Endah Yuniasri (30)
       Nurullia Nur Utami (15)

Senin, 30 Agustus 2010

Pertanyaan gadis cilik yang menggelitik

Aku punya cerita nih..
pingin tak share.. sekedar cerita tuk di renungkan.. :)
Teringat kala gempa melanda beberapa taun yang lalu..
Puluhan, ratusan, bahkan ribuan jiwa mengalami kerugian..
Begitu juga dengan bantuan yang datang..
puluhan, ratusan bahkan ribuan bantuan yang datang bergantian..
Bak rintik-rintik hujan yang enggan tuk mereda..
Di kampung itu.. kampung yang sedang terluka..
Di adakanlah sebuah acara.. sekedar untuk pembalut luka..
Acara itu adalah serah terima, yang diadakan oleh orang kaya dari jakarta..
Seorang anggota dewan yang terhormat..
Beliau memberikan sumbangan berupa perbaikan sekolah dan rumah
serta pemenuhan sembilan bahan pokok atau yang sering kita sebut sembako..
Saat itu, perangkat desa mengatakan saat penyerahan secara simbolis sumbangan tersebut..
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya,
kepada bapak dewan yang telah berkenan membantu desa kami"
Hening.. Sunyi..
semua terdiam dalam senyum, haru maupun senang..
namun, seorang gadi kecil, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar bertanya kepada siapapun yang sanggup mendengarnya..
"Wah, terima kasih untuk Tuhan apakah sudah tidak tersisa lagi ?"
Pertanyaan polos nan jujur itu membuat suasana bertambah hening..
kaget, bingung semua berangsur-angsur berubah menjadi malu akan pertanyaan dari adek kecil ini..
Sontak, di tiap sudut desa pun terdengar sayup-sayup lafadz Hamdalah..
Sebagai rasa syukur mereka terhadap Alloh..
Alhamdulillah.. :)
Ya, apakah rasa terima kasih kita kepada Alloh, hanya sekedar sisa-sisa, karna rasa terima kasih kita terhadap makhlukNya ?

Sekarang silahkan tertawa !
Karna ini hanyalah pertanyaan gadis cilik yang menggelitik..
Menggelitik diriku..
menggelitik organ dalam tubuhku..
termasuk hatiku.. :)