Lalu Rosullulloh melanjutkan khutbahnya
"Wahai sekalian manusia ! jauhilah semua keinginan hawa nafsu yang sesat dan menyesatkan, yang akan membuat (kalian) jauh dari rahmat Alloh Ta'ala, dan akan membuat kalian jauh dari surga dan justru akan membuat kalian dekat dengan neraka ! Jagalah oleh kalian ikatan jamaah (persatuan) dan istiqomah, karena keduanya akan mendekatkan kalian ke surga dan menjauhkan dari neraka !"
Kemudian Rosullulloh berdoa
"Wahai Alloh, sungguh diriku telah menyampaikan!"
Lalu Rosullulloh melanjutkan khutbahnya
"Wahai sekalian manusia ! Jagalah baik-baik agama dan amanat kalian, jagalah baik-baik para hamba sahaya kalian, berilah mereka makanan yang sesuai dengan kemampuan kalian, janganlah sekali-kali kalian membebani mereka dengan beban yang mereka tidak mampu (menanggungnya), karena mereka juga adalah daging, darah, dan makhluk seperti kalian. Ingat barang siapa berbuat zalim kepada mereka maka di Hari Kiamat nanti akulah yang akan memusuhi orang itu, dan Alloh akan memberikan keadilan hukum kepada mereka. Jagalah kaum wanita, berikanlah maskawinnya, janganlah berbuat zalim kepada mereka, karena (kezaliman itu) akan menghalangi pahala kebajikan kalian kelak di Hari Kiamat. Ketauhilah, bukankah aku telah menyampaikan (risalah) ?"
"Wahai sekalian manusia ! Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka, ajarilah mereka, dan didiklah mereka, karena mereka (bagaikan) tawanan bagi kalian dan merupakan amanah. Ketahuilah, bukankah aku telah menyampaikan (risalah) ?"
"Wahai sekalian manusia ! Taatilah pra penguasa yang memimpin kalian, janganlah kalian berbuat durhaka kepada mereka, meskipun pemimpin kalian tersebut berasal dari hamba sahaya Habsyi (Ethiopia) yang buntung jarinya. Karena barangsiapa mentaati mereka (yang dimaksud adalah taat terhadap hal-hal yang bukan maksiat), berarti telah menaati ajaranku, dan barangsiapa menaatiku berarti telah menaati lloh. dan barangsiap mendurhakai mereka, berarti telah mendurhakai diriku, dan barangsiapa mendurhakai diriku berarti telah mendurhakai Alloh. ingat, janganlah kalian membangkang dan jangan pula kalian merusak janji dengan mereka. Ketahuilah, bukankah aku telah menyampaikan (risalah) ?"
"Wahai sekalian manusia ! Seharusnya kalian mencintai oran-orang yang hafal Al Qur'an, dan kalian juga harus mencintai para ulama. Janganlah kalian membenci mereka, mendengki mereka, maupun bertindak sewenang-wenang terhadap mereka ! Ketahuilah, bahwa barangsiapa mencintai mereka, berarti ia telah mencintai diriku, dan barang siapa mencintai diriku berarti dia telah mencintai Alloh. Tetapi barangsiapa membenci mereka berarti dia telah membenci diriku, dan barangsiapa membenci diriku berarti dia telah membenci Alloh. Ketahuilah, bukankah aku telah menyampaiakn (risalah) ?"
"Wahai sekalian manusia ! Seharusnya kalian melaksanakan sholat lima waktu dengan menyempurnakan wudhunya, rukuknya, dan sujudnya !"
"Wahai sekalian manusia ! Tunaikanlah zakat harta kalian. Ketahuilah bahwa barangsiapa tidak menunaikan zakat, maka sholatnya tidak akan diterima. Ketahuilah, barangsiapa sholatnya tidak diterima maka agamanya tidak akan diterima, puasanya tidak akan diterima, ibadah hajinya tidak akan diterima, dan jihadnya juga tidak akan diterima. Wahai Alloh, bukankah aku telah menyampaikan (risalah)?"
Kebaikan itu selalu INDAH
Teladan, tempatku kini dan apa yang kan kuperbuat nanti.. Walau menurutku apa yang kan terjadi itu semua masih misteri tapi tak kan pernah menyurutkan semangatku untuk berusaha yang sebaik mungkin.. Dan Atas ijinNYA, aku yakin bahwa Alloh memiliki rencana yang jauh lebih INDAH daripada apa yang aku, makhlukNYA rencanakan.. Bismillah, Dengan menyebut nama ALLOH, kulangkahkan kaki ini, agar aku tak kan hanya berdiam diri :)
Selasa, 31 Mei 2011
Rabu, 25 Mei 2011
Inilah Wasiat sosok yang kita rindukan itu #1
Dari Ali ibn Abi Thalib r.a. ia Berkata,
Tatkala turun ayat "idza jaa nashrullohi wa al-fath..." Rasululloh sedang sakit. dan karna sakitnya tak kunjung sembuh, maka Rosululloh pun keluar ke tengah-tengah jamaah tepat pada hari Kamis dengan kepala terikat kain pengikat dan kemudian beliau naik ke atas mimbar.
Rosululloh lalu duduk di atas mimbar dengan wajah pucat pasi dan air mata yang berlinang. Rosululloh lalu memerintahkan sahabatnya, Bilal r.a. agar segera memanggil orang-orang di madinah (yang isi panggilan Bilal): "Berkumpullah kalian untuk mendengar wasiat dari Rosululloh karena wasiat ini merupakan wasiat terakhir untuk kalian." Bilal pun segera menyerukan panggilan itu, sehingga berkumpullah mereka semua, dari yang muda hingga yang tua. Sampai-sampai rumah mereka dibiarkan terbuka, begitu juga pasar-pasar mereka, bahkan para gadis pingitan pun keluar dari rumahnya untuk ikut mendengarkan wasiat Rosululloh sehingga membuat masjid Nabi menjadi benuh sesak. Kemudian Rosululloh bersabda, "Longgarkanlah, longgarkanlah, untuk orang yang datang setelahmu,"
Kemudian Nabi berdiri sambil menangis karena Alloh dan mengucapkan kalimat istirja' (Inna Lillahi
Wainna Illayhi Rojiun), lalu membaca hamdalah (Alhamdulillahi Robbil Aalamiin) dan memuji Alloh, membaca sholawat atas para nabi dan atas dirinya sendiri. Selanjutnya Rosululloh bersabda, "Aku adalah Muhammad ibn Abdulloh ibn Abdul Muthalib ibn Hasyim al-Arabi al-Harami al-Makki yang tiada nabi lagi sepeninggal aku"
Wahai sekalian manusia ! Sesungguhnya jiwaku telah memberikan isyarat akan pergi, tibalah waktunya aku akan berpisah dari dunia, aku sudah rindu untuk bertemu dengan Tuhanku, tetapi betapa sedihnya kalau aku harus meninggalkan umatku. Apakah yang akan mereka katakan sepeninggalku ? Wahai Alloh, Selamatkanlah (mereka) Selamatkanlah (mereka) !
Wahai sekalian manusia ! Dengarkanlah wasiatku, camkan baik--baik, dan jagalah baik-baik ! Hendaklah yang hadir di antara kalian bersedia menyampaikannya kepada yang tidak hadir, karena wasiatku ini adalah wasiatku yang terakhir kepada kalian !
Wahai sekalian manusia ! Sesungguhnya Alloh telah menjelaskan dalam ayat-ayatNYA yang muhkam tentang apa yang dihalalkan bagi kalian, dan apa yang diharamkan bagi kalian, apa yang harus kalian kerjakan dan apa yang harus kalian tinggalkan. Maka halalkanlah apa yang telah dihalalkanNya, haramkanlah apa yang diharamkanNya, imanilah ayat-ayatnya yang mutasyabihat, amalkanlah ayat-ayatnya yang muhkan, dan jadikanlah tamsil-tamsilnya sebagai pelajaran.
Kemudian Rosullulloh menatap ke langit seraya berdoa, "Wahai Alloh, aku benar-benar telah menyampaikan (risalahku), maka saksikanlah!"...
Tatkala turun ayat "idza jaa nashrullohi wa al-fath..." Rasululloh sedang sakit. dan karna sakitnya tak kunjung sembuh, maka Rosululloh pun keluar ke tengah-tengah jamaah tepat pada hari Kamis dengan kepala terikat kain pengikat dan kemudian beliau naik ke atas mimbar.
Rosululloh lalu duduk di atas mimbar dengan wajah pucat pasi dan air mata yang berlinang. Rosululloh lalu memerintahkan sahabatnya, Bilal r.a. agar segera memanggil orang-orang di madinah (yang isi panggilan Bilal): "Berkumpullah kalian untuk mendengar wasiat dari Rosululloh karena wasiat ini merupakan wasiat terakhir untuk kalian." Bilal pun segera menyerukan panggilan itu, sehingga berkumpullah mereka semua, dari yang muda hingga yang tua. Sampai-sampai rumah mereka dibiarkan terbuka, begitu juga pasar-pasar mereka, bahkan para gadis pingitan pun keluar dari rumahnya untuk ikut mendengarkan wasiat Rosululloh sehingga membuat masjid Nabi menjadi benuh sesak. Kemudian Rosululloh bersabda, "Longgarkanlah, longgarkanlah, untuk orang yang datang setelahmu,"
Kemudian Nabi berdiri sambil menangis karena Alloh dan mengucapkan kalimat istirja' (Inna Lillahi
Wainna Illayhi Rojiun), lalu membaca hamdalah (Alhamdulillahi Robbil Aalamiin) dan memuji Alloh, membaca sholawat atas para nabi dan atas dirinya sendiri. Selanjutnya Rosululloh bersabda, "Aku adalah Muhammad ibn Abdulloh ibn Abdul Muthalib ibn Hasyim al-Arabi al-Harami al-Makki yang tiada nabi lagi sepeninggal aku"
Wahai sekalian manusia ! Sesungguhnya jiwaku telah memberikan isyarat akan pergi, tibalah waktunya aku akan berpisah dari dunia, aku sudah rindu untuk bertemu dengan Tuhanku, tetapi betapa sedihnya kalau aku harus meninggalkan umatku. Apakah yang akan mereka katakan sepeninggalku ? Wahai Alloh, Selamatkanlah (mereka) Selamatkanlah (mereka) !
Wahai sekalian manusia ! Dengarkanlah wasiatku, camkan baik--baik, dan jagalah baik-baik ! Hendaklah yang hadir di antara kalian bersedia menyampaikannya kepada yang tidak hadir, karena wasiatku ini adalah wasiatku yang terakhir kepada kalian !
Wahai sekalian manusia ! Sesungguhnya Alloh telah menjelaskan dalam ayat-ayatNYA yang muhkam tentang apa yang dihalalkan bagi kalian, dan apa yang diharamkan bagi kalian, apa yang harus kalian kerjakan dan apa yang harus kalian tinggalkan. Maka halalkanlah apa yang telah dihalalkanNya, haramkanlah apa yang diharamkanNya, imanilah ayat-ayatnya yang mutasyabihat, amalkanlah ayat-ayatnya yang muhkan, dan jadikanlah tamsil-tamsilnya sebagai pelajaran.
Kemudian Rosullulloh menatap ke langit seraya berdoa, "Wahai Alloh, aku benar-benar telah menyampaikan (risalahku), maka saksikanlah!"...
Labels:
Ucapan
Minggu, 22 Mei 2011
Subhanalloh :)
Suatu ketika datang sekelompok kecil orang yahudi menghadap Khalifah Abu Bakar as,
setelah tiba di hadapan Khalifah Abu Bakar ra,orang yahudi itu memohon untuk menghadap dan melakukan beberapa pertanyaan:
Yahudi : Wahai Tuan,kami datang kemari hanyalah untuk menanyakan beberapa hal pada
anda,sekiranya anda mengizinkan dan mau menjawab beberapa pertanyaan dari
kami!
Abu Bakar ra : Silakan dan apa pertanyaannya,Insya Allah saya akan menjawabnya.
Yahudi : Pertanyaan yang akan kami ajukan adalah sebagai berikut;
Pertama apa yang tidak di ketahui oleh Allah?
Kedua apa yang tidak ada pada diri Allah?
Ketiga apa yang tidak Allah miliki?
Mendengar pertanyaan seperti ini Abu Bakar as-Shidiq ra menjadi marah dan segera mengusir yahudi tersebut kalau tidak akan dicambuk olehnya.
Dengan rasa takut yahudi itu segera pergi meninggalkan Khalifah dan pergi meninggal-
kan kota Madinah.Lalu salah seorang sahabat memberikan usul kepada Khalifah agar yahudi tersebut dipertemukan dengan Sayidina Ali bin Abu Thalib mungkin Abu Turab alias Ali bin Abu Thalib ini mampu menjawab pertanyaan yahudi tersebut.Abu Bakar ra
mengizinkan karena Ali bin Abu Thalib ra memang dikenal pintar karena dia terkenal dengan sebutan Babul Ilmu(pintu ilmu)dikarenakan sebuah hadist Nabi yang mengatakan:
Aku adalah gudang ilmu dan Ali adalah pintunya.Lalu pergilah orang itu untuk mengejar
yahudi tersebut dan menunjukan kepada mereka orang yang mampu menjawab pertanyaan mereka.
Sesampainya dihadapan orang yahudi tersebut dia segera memintanya agar segera menemui
Ali bin Abu Thalib ra.Bersama-sama dengan yahudi mereka pergi menghadap Abul Hasan
(bapaknya Hasan).Sesampainya didepan rumah Sayidina Ali mereka mengetuk pintu dan memberi salam kepada Abul Hasan,dan menerangkan meksud kedatangan mereka:
Ali bin Abu Thalib : Apa yang bisa saya bantu?
Sahabat Muslim : Ya Abul Hasan,Mereka(yahudi)ini baru saja menghadap Khalifah dan
melakukan pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh beliau.
Ali bin Abu Thalib : Pertanyaan apa itu wahai saudaraku?
Yahudi : Ada tiga pertanyaan yang ingin kami tanyakan kepadamu!
Ali bin Abu Thalib : Apa?
Yahudi :
1.Apa yang tidak diketahui oleh Allah?
2.Apa yang tidak ada pada diri Allah?
3.Apa yang tidak Allah miliki?
Ali bin Abu Thalib : Jawaban yang pertama,apa yang tidak Allah ketahui adalah Allah
tidak mengetahui bahwa di langit dan bumi ada Tuhan selain dia
pasti yang mengaku Tuhan selain Dia akan binasa.
Untuk jawaban yang kedua,apa yang tidak ada pada diri Allah ada-
lah ke-Zhaliman,karena Allah tidak pernah men-Zhalimi makhluknya
Untuk yang ketiga apa yang tidak Allah miliki adalah anak dan
istri,karena terlalu hina baginya memiliki anak dan istri.
Yahudi : Engkau benar.Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah,dan
Aku bersaksi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.
setelah tiba di hadapan Khalifah Abu Bakar ra,orang yahudi itu memohon untuk menghadap dan melakukan beberapa pertanyaan:
Yahudi : Wahai Tuan,kami datang kemari hanyalah untuk menanyakan beberapa hal pada
anda,sekiranya anda mengizinkan dan mau menjawab beberapa pertanyaan dari
kami!
Abu Bakar ra : Silakan dan apa pertanyaannya,Insya Allah saya akan menjawabnya.
Yahudi : Pertanyaan yang akan kami ajukan adalah sebagai berikut;
Pertama apa yang tidak di ketahui oleh Allah?
Kedua apa yang tidak ada pada diri Allah?
Ketiga apa yang tidak Allah miliki?
Mendengar pertanyaan seperti ini Abu Bakar as-Shidiq ra menjadi marah dan segera mengusir yahudi tersebut kalau tidak akan dicambuk olehnya.
Dengan rasa takut yahudi itu segera pergi meninggalkan Khalifah dan pergi meninggal-
kan kota Madinah.Lalu salah seorang sahabat memberikan usul kepada Khalifah agar yahudi tersebut dipertemukan dengan Sayidina Ali bin Abu Thalib mungkin Abu Turab alias Ali bin Abu Thalib ini mampu menjawab pertanyaan yahudi tersebut.Abu Bakar ra
mengizinkan karena Ali bin Abu Thalib ra memang dikenal pintar karena dia terkenal dengan sebutan Babul Ilmu(pintu ilmu)dikarenakan sebuah hadist Nabi yang mengatakan:
Aku adalah gudang ilmu dan Ali adalah pintunya.Lalu pergilah orang itu untuk mengejar
yahudi tersebut dan menunjukan kepada mereka orang yang mampu menjawab pertanyaan mereka.
Sesampainya dihadapan orang yahudi tersebut dia segera memintanya agar segera menemui
Ali bin Abu Thalib ra.Bersama-sama dengan yahudi mereka pergi menghadap Abul Hasan
(bapaknya Hasan).Sesampainya didepan rumah Sayidina Ali mereka mengetuk pintu dan memberi salam kepada Abul Hasan,dan menerangkan meksud kedatangan mereka:
Ali bin Abu Thalib : Apa yang bisa saya bantu?
Sahabat Muslim : Ya Abul Hasan,Mereka(yahudi)ini baru saja menghadap Khalifah dan
melakukan pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh beliau.
Ali bin Abu Thalib : Pertanyaan apa itu wahai saudaraku?
Yahudi : Ada tiga pertanyaan yang ingin kami tanyakan kepadamu!
Ali bin Abu Thalib : Apa?
Yahudi :
1.Apa yang tidak diketahui oleh Allah?
2.Apa yang tidak ada pada diri Allah?
3.Apa yang tidak Allah miliki?
Ali bin Abu Thalib : Jawaban yang pertama,apa yang tidak Allah ketahui adalah Allah
tidak mengetahui bahwa di langit dan bumi ada Tuhan selain dia
pasti yang mengaku Tuhan selain Dia akan binasa.
Untuk jawaban yang kedua,apa yang tidak ada pada diri Allah ada-
lah ke-Zhaliman,karena Allah tidak pernah men-Zhalimi makhluknya
Untuk yang ketiga apa yang tidak Allah miliki adalah anak dan
istri,karena terlalu hina baginya memiliki anak dan istri.
Yahudi : Engkau benar.Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah,dan
Aku bersaksi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.
Labels:
Ucapan
Sabtu, 21 Mei 2011
Dimas, Adik Kecilku
Hari ini, 21 Mei 2011
Pulang sekolah nya ba'da isya sih, tapi karna mampir ke suatu tempat dulu nyampe rumah jam 8an deh.
Nyampe rumah seperti biasa, ketuk pintu dan salam dulu.
"Assalamualaykum"
Dari dalam rumah pun juga terdengar jawaban salam
"wa alaykum salam"
Wah, ini suara tante ku ki, brarti adik sepupuku datang.
Pintu garasi di buka.
Dari dalam terlihat adik ku itu dengan tante ku itu.
Dimas nama nya.
Alhamdulillah sudah bisa berjalan.
Tapi baru bisa berceloteh.
Tapi ya sebagaimana biasanya adik kecil, justru celotehannya lah yang bikin lucu dan mampu membuat kita tersenyum sendiri.
Sempat senyum lama, karna celotehannya tadi terdengar seperti panggilan buatku.
"abang" seperti itu kurang lebih tadi terdengar di telingaku.
Ternyata kelucuannya tidak hanya sampai situ.
Sampai di rumah, seperti biasa alhamdulillah ada jajanan di atas meja makan.
Dan jajanan kali ini adalah kue pukis.
Aku ambil dua buah. hehe
Ya kan beda warna soal nya, yang satu coklat yang satu nya ijo.. hehe
Eh, ternyata warna ijo nya pukis itu menarik hati adik sepupu ku ini.
Akhirnya aku makan berdua dengan adikku di tangga sebagai dudukan nya..
so sweet ki.. :D
Dan terjadi sesuatu yang menurutku bikin aku malu banget ki.
Seperti hal nya kebanyakan anak2 usia 1-2 tahunan, mereka masih agak belepotan dengan makanan mereka..
Dan kue pukis yang dimakan adik ku pun jatuh sebagian.
Adek ku yang melihat itu pun mengambil kue pukis nya itu.
Aku yang melihatnya mengambil kue pukis yang jatuh itu agar tidak dimakan oleh adik ku.
Dan (bodoh e aku), aku ngebuang pukis itu sak penak e di deketku alias ngembaliin kue itu jatuh lagi di lantai.
Adik ku yang kecil ini yang melihatnya mengambil kue itu, dan aku melakukan hal yang sama lagi, mengambil kue itu dan berniat membuang nya.
Eh pas mau buang dia terlihat tidak terima dengan berceloteh yang aneh, lantas aku tetap membuat alias mengembalikan kue itu ke tempatnya seula saat jatuh tadi.
Adik ku yang melihat itu dengan cepat mengambil nya dan memakannya.
Aku semula berniat mengambil nya (bahkan tangan ku hampir masuk mulutnya), tapi niat itu nggak jadi.
Dan aku malah berpikir mendapat sesuatu yang berharga dari adikku yang luar biasa ini.
Subhanalloh :)
Pulang sekolah nya ba'da isya sih, tapi karna mampir ke suatu tempat dulu nyampe rumah jam 8an deh.
Nyampe rumah seperti biasa, ketuk pintu dan salam dulu.
"Assalamualaykum"
Dari dalam rumah pun juga terdengar jawaban salam
"wa alaykum salam"
Wah, ini suara tante ku ki, brarti adik sepupuku datang.
Pintu garasi di buka.
Dari dalam terlihat adik ku itu dengan tante ku itu.
Dimas nama nya.
Alhamdulillah sudah bisa berjalan.
Tapi baru bisa berceloteh.
Tapi ya sebagaimana biasanya adik kecil, justru celotehannya lah yang bikin lucu dan mampu membuat kita tersenyum sendiri.
Sempat senyum lama, karna celotehannya tadi terdengar seperti panggilan buatku.
"abang" seperti itu kurang lebih tadi terdengar di telingaku.
Ternyata kelucuannya tidak hanya sampai situ.
Sampai di rumah, seperti biasa alhamdulillah ada jajanan di atas meja makan.
Dan jajanan kali ini adalah kue pukis.
Aku ambil dua buah. hehe
Ya kan beda warna soal nya, yang satu coklat yang satu nya ijo.. hehe
Eh, ternyata warna ijo nya pukis itu menarik hati adik sepupu ku ini.
Akhirnya aku makan berdua dengan adikku di tangga sebagai dudukan nya..
so sweet ki.. :D
Dan terjadi sesuatu yang menurutku bikin aku malu banget ki.
Seperti hal nya kebanyakan anak2 usia 1-2 tahunan, mereka masih agak belepotan dengan makanan mereka..
Dan kue pukis yang dimakan adik ku pun jatuh sebagian.
Adek ku yang melihat itu pun mengambil kue pukis nya itu.
Aku yang melihatnya mengambil kue pukis yang jatuh itu agar tidak dimakan oleh adik ku.
Dan (bodoh e aku), aku ngebuang pukis itu sak penak e di deketku alias ngembaliin kue itu jatuh lagi di lantai.
Adik ku yang kecil ini yang melihatnya mengambil kue itu, dan aku melakukan hal yang sama lagi, mengambil kue itu dan berniat membuang nya.
Eh pas mau buang dia terlihat tidak terima dengan berceloteh yang aneh, lantas aku tetap membuat alias mengembalikan kue itu ke tempatnya seula saat jatuh tadi.
Adik ku yang melihat itu dengan cepat mengambil nya dan memakannya.
Aku semula berniat mengambil nya (bahkan tangan ku hampir masuk mulutnya), tapi niat itu nggak jadi.
Dan aku malah berpikir mendapat sesuatu yang berharga dari adikku yang luar biasa ini.
Subhanalloh :)
Labels:
Renungan
Rabu, 18 Mei 2011
Lautan Embun itu Bernama Syukur
Hariku begitu luar biasa setiap harinya..
Begitu banyak hal yang membuatku merasa betah tuk terus bernafas..
Meski bukan lantas aku takut tuk mati..
Namun dengan melihat sekeliling ku saat ini sungguh membuatku tak pernah bosan tuk menjalaninya..
Yang kulihat bukanlah tak ada nya mobil di rumahku..
Yang kulihat bukanlah kumpulan-kumpulan baju baru yang memang tak ku miliki..
Yang kulihat bukanlah berlembar-lembar uang yang memang sekarang-sekarang ini jarang mengisi dompetku..
Yang kulihat jauh dari itu semua..
Jauh dari yang disebut orang sebagai materi..
Kehidupanku saat ini sungguh sebuah rasa syukur yang hebat bagiku..
Terbangun tidurku karna seakan-akan ada belaian dariNYA agar aku tak pernah lupa tuk mengawali hari dengan bersujud kepadanya di kala orang banyak lebih memilih tuk tidur di peraduannya..
Aktifitas pagi yang dikelilingi oleh keluarga yang begitu kusayangi..
Keluarga yang aku rasa memiliki cara nya tersendiri tuk menunjukkan kasih sayang mereka..
Papa yang selalu setia dengan tausyiah-tausyiah nya..
Mama yang selalu siap untuk membantu anak-anak nya..
Abang yang aneh tapi begitu luar biasa bagiku..
Kakak yang terkesan begitu misterius tetapi ternyata memang tak ada dua nya..
Adik yang sepintas bikin emosi tetapi emang dah wajah polos nya mengingatkanku bahwa manusia itu memiliki fitroh suci..
Berangkat ke sekolah..
Dalam perjalanan tak bisa ku hanya fokus di jalan..
Terlalu banyak yang menyusup dalam pikiranku ini..
Memang dunia ini tidak menyisakan tempat lagi tuk manusia agar ia tak mampu melihat keagungan Tuhannya..
Ketika melalui itu teringat akan sebuah kata yang mungkin sudah tak asing lagi buat kita..
"Ketika engkau berhadapan pada dunia, masih banyak yang lebih kurang beruntung daripada kita, maka bersyukurlah sahabat. Dan ketika kita berhadapan pada akhirat, masih banyak yang lebih mulia daripada kita, maka bersungguh-sungguhlah kawan"
Melihat butiran-butiran halal itu menetes demi sesuap nasi..
Melihat senyum itu mengembang di kala membayangkan wajah senang buah hati ketika ia pulang membawa rejeki..
Alhamdulillah..
Kata itu sahabat yang keluar dari mulut mereka ketika pernah iseng aku bertanya..
"Bu, maaf, kalo jualan seperti ini bisa untuk kehidupan sehari-hari ya mbak ?"
"Ya Alhamdlulillah mas," jawab pejuang mulia itu dengan senyum yang membuatku merasa tak pantas untuk tidak bersyukur saat ini..
Tampilkan cermin diri di hadapan mu Luthfi..
Lihat sosok yang hampir gendut itu !
Memakai kacamata yang harga nya mampu untuk mereka bertahan hidup selama sebulan !
Memakai pakaian yang mungkin sering kau bertanya mengapa tidak ganti-ganti..
Padahal mereka ada yang jangan kan ganti, punya pun tidak !
Sekarang HP mu rusak kan ?
Bagaimana rasa nya Luthfi ?
Bisakah engkau hidup tanpa menggunakan alat komunikasi itu ?
Ya.. Terlalu banyak yang harus aku syukuri..
Lihat sekelilingmu..
Ada banyak sekali ikhwan dan akhwat yang terikat oleh mu dengan tali ukhuwah..
Lihat ! Seberapa sering kamu mengecewakan mereka Luthfi !
LIAT !
LIAT lah wahai insan yang masih diberi mata, hati, dan telinga !
Maaf, tetapi rasa syukur ini begitu besar sekarang bagiku..
Mungkin dulu aku pernah khilaf..
Tapi tolong jangan jadikan perbuatan ku itu hujjah bagi mu agar kau mampu menyebut namaku ketika kau salah..
"luthfi aja kayak gitu !"
Maaf, aku juga sering khilaf kawan..
Maaf..
Rasa syukur ini kembali mendekap ku..
Mengusir segala keraguan akan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil..
Aku takut begitu banyak syukur yang aku dustakan..
Aku takut kawan jika syukur ini dicabut dari ku..
maka tak berlebihan jika dari lisan ini kan selalu terucap..
ALHAMDULILLAH :)
Begitu banyak hal yang membuatku merasa betah tuk terus bernafas..
Meski bukan lantas aku takut tuk mati..
Namun dengan melihat sekeliling ku saat ini sungguh membuatku tak pernah bosan tuk menjalaninya..
Yang kulihat bukanlah tak ada nya mobil di rumahku..
Yang kulihat bukanlah kumpulan-kumpulan baju baru yang memang tak ku miliki..
Yang kulihat bukanlah berlembar-lembar uang yang memang sekarang-sekarang ini jarang mengisi dompetku..
Yang kulihat jauh dari itu semua..
Jauh dari yang disebut orang sebagai materi..
Kehidupanku saat ini sungguh sebuah rasa syukur yang hebat bagiku..
Terbangun tidurku karna seakan-akan ada belaian dariNYA agar aku tak pernah lupa tuk mengawali hari dengan bersujud kepadanya di kala orang banyak lebih memilih tuk tidur di peraduannya..
Aktifitas pagi yang dikelilingi oleh keluarga yang begitu kusayangi..
Keluarga yang aku rasa memiliki cara nya tersendiri tuk menunjukkan kasih sayang mereka..
Papa yang selalu setia dengan tausyiah-tausyiah nya..
Mama yang selalu siap untuk membantu anak-anak nya..
Abang yang aneh tapi begitu luar biasa bagiku..
Kakak yang terkesan begitu misterius tetapi ternyata memang tak ada dua nya..
Adik yang sepintas bikin emosi tetapi emang dah wajah polos nya mengingatkanku bahwa manusia itu memiliki fitroh suci..
Berangkat ke sekolah..
Dalam perjalanan tak bisa ku hanya fokus di jalan..
Terlalu banyak yang menyusup dalam pikiranku ini..
Memang dunia ini tidak menyisakan tempat lagi tuk manusia agar ia tak mampu melihat keagungan Tuhannya..
Ketika melalui itu teringat akan sebuah kata yang mungkin sudah tak asing lagi buat kita..
"Ketika engkau berhadapan pada dunia, masih banyak yang lebih kurang beruntung daripada kita, maka bersyukurlah sahabat. Dan ketika kita berhadapan pada akhirat, masih banyak yang lebih mulia daripada kita, maka bersungguh-sungguhlah kawan"
Melihat butiran-butiran halal itu menetes demi sesuap nasi..
Melihat senyum itu mengembang di kala membayangkan wajah senang buah hati ketika ia pulang membawa rejeki..
Alhamdulillah..
Kata itu sahabat yang keluar dari mulut mereka ketika pernah iseng aku bertanya..
"Bu, maaf, kalo jualan seperti ini bisa untuk kehidupan sehari-hari ya mbak ?"
"Ya Alhamdlulillah mas," jawab pejuang mulia itu dengan senyum yang membuatku merasa tak pantas untuk tidak bersyukur saat ini..
Tampilkan cermin diri di hadapan mu Luthfi..
Lihat sosok yang hampir gendut itu !
Memakai kacamata yang harga nya mampu untuk mereka bertahan hidup selama sebulan !
Memakai pakaian yang mungkin sering kau bertanya mengapa tidak ganti-ganti..
Padahal mereka ada yang jangan kan ganti, punya pun tidak !
Sekarang HP mu rusak kan ?
Bagaimana rasa nya Luthfi ?
Bisakah engkau hidup tanpa menggunakan alat komunikasi itu ?
Ya.. Terlalu banyak yang harus aku syukuri..
Lihat sekelilingmu..
Ada banyak sekali ikhwan dan akhwat yang terikat oleh mu dengan tali ukhuwah..
Lihat ! Seberapa sering kamu mengecewakan mereka Luthfi !
LIAT !
LIAT lah wahai insan yang masih diberi mata, hati, dan telinga !
Maaf, tetapi rasa syukur ini begitu besar sekarang bagiku..
Mungkin dulu aku pernah khilaf..
Tapi tolong jangan jadikan perbuatan ku itu hujjah bagi mu agar kau mampu menyebut namaku ketika kau salah..
"luthfi aja kayak gitu !"
Maaf, aku juga sering khilaf kawan..
Maaf..
Rasa syukur ini kembali mendekap ku..
Mengusir segala keraguan akan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil..
Aku takut begitu banyak syukur yang aku dustakan..
Aku takut kawan jika syukur ini dicabut dari ku..
maka tak berlebihan jika dari lisan ini kan selalu terucap..
ALHAMDULILLAH :)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
d"Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS, 55:55)r
Labels:
Renungan
Langganan:
Postingan (Atom)
