Kebaikan itu selalu INDAH

Kebaikan itu selalu INDAH
Teladan, tempatku kini dan apa yang kan kuperbuat nanti.. Walau menurutku apa yang kan terjadi itu semua masih misteri tapi tak kan pernah menyurutkan semangatku untuk berusaha yang sebaik mungkin.. Dan Atas ijinNYA, aku yakin bahwa Alloh memiliki rencana yang jauh lebih INDAH daripada apa yang aku, makhlukNYA rencanakan.. Bismillah, Dengan menyebut nama ALLOH, kulangkahkan kaki ini, agar aku tak kan hanya berdiam diri :)

Jumat, 07 Oktober 2011

26 Mei 2006 itu


             Melihat judul di atas mungkin teman-teman mengira saya akan posting mengenai gempa bumi dahsyat itu.. Melihat judul di atas mungkin teman-teman membayangkan kisah pilu di mana semua orang berhamburan layaknya seekor semu yang kita ganggu kompani nya

Tapi sobat, maaf..
Kisah kali ini tak ada sangkut pautnya dari itu.. Tetapi mungkin kejadiaan saat itu..
Menurutku, LUAR BIASA bagiku.. Mengenai makna perubahan..Dan nikmat karna nya..
Masih teringat jelas akan hari sebelum tanggal itu..
Malam hari..
Tak ada yang istimewa akan hal itu.. Kecuali ketika waktu telah beranjak malam..
Ketika bintang tlah bertebaran di langit nan luas.. Dan matahari tengah sibuk memancarkan sinarnya di belahan bumi lainnya..Terdengar sayup-sayup suara..Dan samar-samar bayangan orang dalam rumah.
Ya di dalam rumahku tengah diadakan tausyiah rutin yang biasanya diisi dengan tausyiah-tausyiah dari bapak.. Di sana saling transfer ilmu dan cerita akan banyak hal. Bercerita tentang berbagai banyak pengalaman hidup yang sudah atau sedang kami alami. Tetapi memang dasar kami yang kurang terbuka dengan kedua orangtua, tausyiah ini banyak didominasi dengan tausyiah-tausyiah dari bapak ku. Bapak yang begitu so sweet karma ia menunjukkan kelembutannya melalui otot nya yang kuat memapahku, menunjukkan senyum lembutnya dengan muka tegasnya ketika aku berbuat salah, dan menyampaikan tiap belaian lembut melalui tutur katanya.
Beliau menyampaikan kepada kami tentang kunci sukses, tentang baimana membuka dunia yang padat ini, ia berikan kami bentuk dan bagaimana cara mendapatkan kunci itu, karma kunci itu tidak dibuat, kunci itu sudah ada di balik keringat-keringat kita saat berusaha keras, dibalik tiap impian kita, dan bapak menyampaikan itu semua dengan penuh kesabaran meski anak nya tak jarang acuh terhadap ucapan demi ucapannya. Termasuk aku.
Sampailah pada akhir dari tausyiah ini (karma aku melihat jam dan sudah 1 jam berlalu) dan ditutup dengan mengingatkan untuk membiasakan bermunajat atau berdoa pada Alloh terutama malam hari. Kami pun mengiyakan dengan nada seadanya. Setelah itu ditutup dengan doa kafaratul majlis dan selesailah acara tausyiah. Namun, entah ada apa, sesuatu menelisik di dalam jiwa ku, tanpa ku sadari, ia tengah menjadi awal dalam kebiasaan baru ku. Terasa ada sepercik keinginan tuk melakukan sesuatu..

02.37, 26 Maret 2006
Masih ku ingat waktu itu.. Ketika ku mampu terbangun di kala biasa ingin ku memuaskan lelapku.. Tetapi sungguh, hari itu semangat itu terasa mengalir di tiap jiwaku..Ku mantapkan kaki menuju kamar mandi itu setelah ku layangkan doa atas terbangunnya aku dari tidurku..
”Wah, mandi jam segini ternyata segar juga ya,” kataku dalam hati
Seakan mandi dengan mengangkat segala penatku dan membukakan mataku akan bayang-bayang mimpi semu..Itu bukanlah yang ternikmat ternyata, tetapi ada yang lebih menyenangkan dan ini puncak dari momentku saat itu..
Ya aku melakukan perintahNYA yang mungkin saat itu belum pernah aku lakukan dengan penuh kesadaran.. Aku menghadapkan wajahku ke arah kiblat dan aku dirikan tiang-tiang dari agama ku.. Aku tunduk merendahkan diri karna aku yakin tanpa aku merendahkan diri sekalipun aku tetaplah makhluk yang jauh lebih rendah dari NYA. Aku berdoa padaNYA, meminta dengan penuh harap, memohon ampun atas segala dosa yang pernah aku perbuat, karna aku punya little secrets yang itu merupakan dosa terberat dalam hidupku saat itu.
Dalam doa itu pun terbayang, wajah orangtuaku, orang tua yang tidak lagi muda, bahkan ia tua. Yang tak pernah henti-henti nya mengajarkan kehidupan padaku. Di sana terlihat wajah ku ketika tidur, padahal ia tengah mencoba tuk membuatku mampu belajar dari pengalaman demi pengalamannya. Betapa tak menghargainya diriku, aku tak kuat, aku tak kuat menahannya hanya di hati, aku mengucapkannya, semua melalui lisan.
“Ya Alloh, hamba lemah ya Alloh, maka kuatkanlah hamba, Bagaimana mampu orangtua melihat anaknya menderita, bagaimana mampu mereka melihat anaknya merasakan beban yang berat, tapi lihat hamba Ya Alloh, seorang anak yang tetap tenang melihat ayah nya pulang penuh peluh, ketika ayahnya datang aku bertanya papa bawa apa? Ketika ia menjawab tidak membawa apa-apa aku seenaknya menyalahkan orangtuaku itu, tak terbesit ya Alloh pertanyaan ‘Bagaimana yah, apek nggak? Mau saya buatkan apa? Kenapa hamba tidak menanyakan hal itu?’ ya Aloh, inilah hamba Ya Alloh, hamba yang tahu Engkaulah penerima segala taubat hambanya, dan ijinkan aku untuk berkata pada diri ku sendiri bahwa akan datang pagi ini anak yang baru, yang berbakti pada kedua orangtuanya”, doa ku dengan tangis yang membanjiri pipi.
Tak terasa subuh telah mendekat dan ketika tlah kuputuskan tuk beranjak dari musholla kecil rumahku itu. Aku dikagetkan oleh sesosok yang taka sing lagi. Bapakku telah menantiku sembari melayangkan senyum terindahnya..
Dan tanpa kusadari aku telah berada dalam dekapan pelukannya..
Hangat dan tak terlupakan..
Ingin rasanya aku terus dalam dekapan ini..
Ya mungkin dekapan yang membuatku berusaha istiqomah hingga saat ini :)
Ya, inilah moment di mana aku solat Tahajud pertama dalam hidupku dengan penuh kesadaran..
Setelah itu terjadilah peristiwa yang membuat kotaku ini masuk Koran, yaitu gempa bumi 2006 dan Alhamdulillah, Alloh masih memberi ijin kepada kami sekeluarga untuk tetap hidup, mencari dan menemukan hikmah—hikmah yang lain yang belum sempat kami raih jika IA memanggil kami waktu itu.
Memang mungkin hanya cerita sederhana sih..
Sepenggal kisah terselip dalam gempa jogja yang dahsyat itu..
Tapi aku selalu yakin bahwa tiap moment yang IA berikan pada Ku pasti kan berujung indah
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar